Menaker Sebut Kartu Pra Kerja untuk Calon Pekerja Migran

Mentri Ketenagakerjaan Ibu Ida Fauziah
Buruh, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah mengatakan Kartu Pra Kerja juga  bakal diberikan kepada calon pekerja migran Indonesia.
"Memang kalau persoalan pelatihan vokasi sebenarnya selama ini sudah biasa dilakukan kementerian. Kami akan men-support Kartu Pra Kerja ini melalui program-program reguler dan tadi karena Kartu Pra Kerja ini juga untuk men-support CPMI kita siapkan untuk mereka juga," kata Ida di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020.
Ida mengatakan saat ini pemerintah sedang menyiapkan payung hukumnya. Selain itu, pihaknya kini juga tengah menyiapkan Balai Latihan Kerja dan Lembaga Pendidikan dan Keterampilan.
"Mudah-mudahan Maret sudah siap, karena ini sedang dipersiapkan semua," kata dia.
Ida mengatakan, salah satu prioritas program ini diantaranya untuk segera diberikan kepada penerima di daerah-daerah destinasi wisata yang jumlah wisatawan turun akibat dari wabah virus corona atau Covid-19 di Wuhan, Cina.
"Yang akan mendapat prioritas itu adalah untuk daerah-daerah destinasi wisata, kemudian destinasi wisata terdampak corona yang ada pengurangan wisatawan mancanegara nya, kita akan siapkan juga," ucap dia.
Ia menjelaskan, bahwa penyaluran Kartu Pra Kerja akan dilakukan mulai awal bulan depan. " Insya Allah Maret," tutur Ida.
Sebelumnya, Deputi IV Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian yang membidangi koordinasi ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan daya saing koperasi serta UMKM, Mohammad Rudy, menjamin kartu prakerja tidak akan diberikan kepada pengangguran.
Dia menyebut, program ini menyasar pencari kerja berusia 18 tahun ke atas, pekerja aktif, dan korban pemutusan hubungan kerja. Kartu Pra Kerja juga berlaku untuk pencari kerja pertama. 
"Kartu ini diutamakan untuk orang yang belum pernah bekerja karena orang yang paling sulit adalah orang yang mau masuk pertama kali bekerja," kata dia. 
Kemudian, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyebutkan pemerintah telah menyediakan dana sebesar Rp 10 triliun untuk program Kartu Pra Kerja yang diyakini dapat memberikan fasilitas pelatihan kepada dua juta penerima.
"Ada Rp 10 triliun dengan dua juta potensi penerima yang akan mendapat Kartu Prakerja untuk bisa melakukan vocational training,” ujarnya.
Dia menjelaskan ada 500 ribu calon pekerja yang akan menerima Kartu Pra Kerja pada tahap awal sehingga ada Rp 2 triliun untuk membiayai aktivitas pelatihan itu.
Kalau kita mulai dari 500 ribu (calon pekerja) maka kita perkirakan akan ada Rp 2 triliun kegiatan training. Kami berharap ada suplainya yang membuat training di bidang tourism dan lainnya,” kata dia soal penyaluran Kartu Pra Kerja.(obn)

Tidak ada komentar:

LEM TV

Terbaru


Labels

Blog Archive