![]() |
| Foto: Delegasi Indonesia Solidaritas Untuk Palestine |
Jenewa, 3 Juni 2026 – Di tengah berlangsungnya Sidang ke-114
International Labour Conference (ILC), delegasi pekerja dari berbagai negara
berkumpul di kawasan Broken Chair, Jenewa, untuk menyampaikan solidaritas
kepada Palestina dan menyerukan penguatan pengakuan serta partisipasi Palestina
dalam sistem ketenagakerjaan internasional.
Sidang tahunan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) yang
berlangsung pada 1–12 Juni 2026 tersebut mempertemukan delegasi pemerintah,
pekerja, dan pengusaha dari 187 negara anggota untuk membahas berbagai isu
strategis dunia kerja, termasuk dialog sosial, kesetaraan gender, dan masa
depan pekerjaan di era transformasi digital.
Aksi solidaritas yang berlangsung pada Rabu (3/6) di kawasan Broken
Chair diikuti oleh delegasi serikat pekerja dan organisasi buruh dari berbagai
negara yang secara bergantian menyampaikan pernyataan dukungan dan seruan agar
komunitas internasional terus memperkuat posisi Palestina dalam berbagai forum
internasional, termasuk di lingkungan ILO.
![]() |
| foto Deligasi Indonesia |
Salah satu peserta aksi sekaligus Delegasi Indonesia dari FSP LEM SPSI,
Muhamad Sidarta, mengatakan bahwa aksi tersebut mencerminkan solidaritas lintas
negara yang lahir dari semangat keadilan sosial dan penghormatan terhadap
hak-hak seluruh bangsa.
“Kami hadir bersama delegasi dari berbagai negara untuk menyampaikan
solidaritas kepada rakyat Palestina. Melalui aksi ini, kami berharap Sidang ILC
ke-114 dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap aspirasi Palestina
serta membuka ruang yang semakin luas bagi partisipasi Palestina dalam
komunitas ketenagakerjaan internasional,” ujar Muhamad Sidarta.
Menurut Sidarta, dukungan yang muncul dalam aksi tersebut menunjukkan
bahwa isu Palestina masih menjadi perhatian penting bagi banyak organisasi
pekerja di berbagai belahan dunia. Solidaritas yang ditunjukkan para delegasi
tidak hanya mencerminkan kepedulian terhadap situasi kemanusiaan yang dihadapi
rakyat Palestina, tetapi juga menegaskan pentingnya prinsip kesetaraan, dialog,
dan penghormatan terhadap hak-hak fundamental dalam tata kelola internasional.
Broken Chair: Simbol Global Keadilan dan Solidaritas
Pemilihan Broken Chair sebagai lokasi aksi memiliki makna yang sangat
kuat. Monumen kayu setinggi 12 meter yang berdiri di Place des Nations, tepat
di depan Kantor PBB Jenewa, merupakan salah satu simbol kemanusiaan paling
dikenal di dunia.
Didirikan pada tahun 1997 sebagai bagian dari kampanye internasional
untuk penghapusan ranjau darat antipersonel, Broken Chair menggambarkan
penderitaan para korban konflik bersenjata sekaligus keteguhan manusia dalam
menghadapi ketidakadilan. Salah satu kaki kursi yang patah melambangkan luka
yang ditinggalkan oleh perang dan kekerasan, sementara struktur kursi yang
tetap berdiri tegak merepresentasikan harapan, martabat, dan ketahanan manusia.
![]() |
| foto Saat tiba di Bandara Jenewa Swiss |
Seiring berjalannya waktu, Broken Chair berkembang menjadi simbol
universal perjuangan hak asasi manusia, perdamaian, dan keadilan global.
Lokasinya yang berada di jantung kawasan diplomatik internasional menjadikan
tempat tersebut sebagai ruang ekspresi masyarakat sipil dunia untuk
menyampaikan aspirasi kepada komunitas internasional.
Bagi para delegasi yang berkumpul pada aksi solidaritas kali ini,
Broken Chair bukan sekadar monumen, melainkan pengingat bahwa suara mereka yang
memperjuangkan pengakuan, kesetaraan, dan keadilan harus terus didengar oleh
dunia internasional.
Harapan terhadap Sidang ILC ke-114
Melalui aksi damai tersebut, para peserta berharap pembahasan yang
berlangsung selama Sidang ILC ke-114 dapat semakin memperkuat komitmen
internasional terhadap nilai-nilai keadilan sosial, dialog, dan penghormatan
terhadap martabat manusia.
![]() |
| foto Delegasi Indonesia Solidaritas untuk palestine |
Aksi solidaritas di Broken Chair juga menjadi pesan bahwa komunitas
pekerja internasional tetap memandang penting keterlibatan seluruh bangsa dalam
upaya membangun dunia kerja yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Bagi para peserta aksi, solidaritas terhadap Palestina merupakan bagian dari komitmen yang lebih luas untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip keadilan sosial yang menjadi fondasi ILO terus diwujudkan dalam praktik dan kebijakan internasional.
(kontributor DPD LEM Jawa Barat)



.jpeg)








