• Barisan Pelopor FSP LEM SPSI

    Barisan Pelopor (Bapor) lahir atas inisiasi yang dipengaruhi oleh minimnya militasi dari anggota SPSI. Pasca musyawarah FSP LEM SPSI pada tgl 28 Maret 2011 mulai diperkenalkan dalam rapat DPP FSP LEM SPSI.

  • Massa FSP LEM SPSI dalam Aksi Demo

    Massa FSP LEM SPSI senantiasa terdepan dan terbanyak dalam aksi demonstrasi menentang kebijakan yang merugikan kaum pekerja Indonesia.

  • Mobil Komando Aksi Demo LEM SPSI

    Mobil Komando adalah podium utama dalam aksi-aksi demonstrasi tempat orasi dilakukan untuk menyuarakan tuntutan atau menyampaikan aspirasi massa demonstran.

  • Spanduk Tuntutan Utama dalam Aksi Demo

    Spanduk dalam aksi demonstrasi atau unjuk rasa berisi tuntutan utama massa sekaligus aspirasi yang disuarakan.

  • Dialog dan Diskusi

    Tidak benar serikat pekerja hanya menggelar aksi demonstrasi. Serikat pekerja justru mengedepankan dialog dan diskusi. Turun ke jalan alternatif terakhir jika saluran aspirasi macet.

Media FSP LEM SPSI

Media Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) berisi profil, pengurus, program, kegiatan, dinamika, dan berita aktual seputar ketenagakerjaan dan perburuhan.
  • Anggaran Dasar

    • Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FSP LEM SPSI. Visi dan Misi Organisasi Serikat Pekerja
  • Struktur Organisasi

    • Struktur Oraganisasi Berupa Susunan Pengurus DPP FSP LEM SPSI Periode 2018-2023
  • BAPOR LEM

    • Bapor LEM adalah Barisan Pelopor Serikat Pekerja Sektor Logam, Elektronik, dan Mesin. Read More
  • Program Kerja

    • Program Kerja FSP LEM SPSI Periode 2018-2023 Konsolidasi dan Pemberdayaan Anggota
  • Berita & Opini

    • Berita kegiatan FSP LEM SPSI dan opini seputar ketenagakerjaan dan isu aktual buruh lainnyaRead More

Omnibus Law Utamakan Tenaga Kerja dalam Negeri, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kompetensi



F SP LEM SPSI,Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law dinilai ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa salah satunya melalui kemudahan izin usaha dan investasi.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Ali Taher mengatakan, rampingnya regulasi izin usaha lewat RUU Cipta Kerja dapat menarik minat investor maupun pelaku usaha dalam negeri. Dia meyakini, kemudahan berinvestasi dapat membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan roda perekonomian nasional.

"Kita berharap dengan adanya Ciptaker ini justru menggerakkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja dengan baik," kata Ali, Sabtu (19/9/2020).

Ali mengatakan, Baleg DPR mendorong pemerintah membuat aturan spesifik sebagai aturan turunan dari RUU Cipta Kerja yang memudahkan para pencari kerja lokal dalam mendapatkan pekerjaan.

Ali merasa optimisits tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan tenaga kerja asing untuk mengisi pekerjaan yang memerlukan keahlian. Karenanya, dia mengimbau masyarakat usia produktif untuk menyiapkan diri untuk meningkatkan keterampilan sesuai bidang kerja yang ditekuni.

"Tenaga kerja dalam negeri harus diutamakan. Menjadi hak secara konstitusional untuk bisa bekerja di tanah air sendiri dengan kemampuan kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata Ali.(obn) 

Omnibus Law Cipta Kerja Bakal Disahkan Bulan Ini



F SP LEM SPSI, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) bisa disahkan pada September ini. Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara kunci di acara Kuliah Umum FEB UI secara virtual yang dikutip, Sabtu (19/9/2020).

"Kita juga menargetkan bulan ini mengesahkan omnibus law," kata Luhut Luhut dalam Kuliah Umum FEB UI secara virtual yang dikutip dari akun YouTube Humas FEB UI, Sabtu (19/9/2020).

Dia menjelaskan, beleid ini bisa menjadi senjata Indonesia untuk menjadi negara yang sangat kompetitif ke depannya.

"Kami memfinalisasi juga omnibus law, karena omnibus law ini satu senjata kita untuk membuat Indonesia very competitive di Asia ini," tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) sudah mencapai 90%.

"Ini sudah kita lakukan pembahasan sampai sekarang sudah 90% dibahas," kata Airlangga dalam acara Sarasehan 100 Ekonom dengan tema Transformasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju dan Berdaya Saing, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Dengan pembahasan yang mencapai 90% ini, Airlangga bilang berbagai isu strategis sudah mendapatkan persetujuan dari partai politik yang ikut membahasnya.

Saat ini, dikatakan Airlangga, pemerintah bersama DPR sedang mengejar proses finalisasi produk hukum yang nantinya akan diberlakukan.

"Sekarang tinggal finalisasi daripada legal drafting, atau sering kita bahas harmonisasi pasal-pasal krusial dan sinkronisasi dan perumusan," ungkapnya.(obn)


Masih Ada Waktu, Begini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 9



F SP LEM SPSI,Jumlah peserta pendaftar program Kartu Prakerja gelombang ke-9 hingga menembus lebih dari 5 juta orang. Jumlah ini terlampaui jauh dari target yang ditetapkan sebesar 800.000 peserta.

"Per pagi ini sudah lebih dari 5 juta (pendaftar)," kata kata Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu saat dihubungi, Minggu (20/9/2020).

Dia pun mengatakan, bagi masyarakat yang ingin mendaftar program Kartu Prakerja masih bisa dilakukan. Mengingat batas waktu atau penutupan gelombang ke-9 ini belum ditentukan.

"Akan segera kami umumkan (penutupannya)," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah kembali membuka pendaftaran Program Kartu Prakerja gelombang ke-9 sejak pukul 12.00 WIB, pada 17 September 2020.

Jumlah kouta pendaftaran ditargetkan pada gelombang kali ini masih sama seperti sebelum-sebelumnya, yakni sebanyak 800.000 peserta.

Dikutip dari laman instagram @prakerja.go.id sebelum mendaftar ada beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi.

Pastikan peserta merupakan Warga Negara Indonesia, berusia di atas 18 tahun, dan tidak sedang sekolah atau kuliah.

Adapun cara mendaftar untuk Program Kartu Prakerja diantaranya :

1. Buka www.prakerja.go.id pada browser handphone atau komputer kamu.

2. Siapkan nomor kartu keluarga dan NIK kamu, masukkan data diri, dan ikuti petunjuk pada layar untuk menyelesaikan proses pemeriksaan akun.

3. Siapkan kertas dan alat tulis untuk mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar secara online.

4. Klik gabung pada gelombang yang sedang dibuka.

5. Nantikan pengumuman peserta yang lolos seleksi gelombang melalui SMS.

Bagi peserta yang akun miliknya sudah diverifikasi maka selanjutnya bisa login dan 'klik' gabung ke gelombang 9 agar dapat masuk ke tahap seleksi.(obn)

Sumber: Merdeka.com

Baleg DPR Dorong Pemerintah Buat Aturan Spesifik Turunan RUU Cipta Kerja

Ketua Baleg DPR Supratman Andi Agtas berbincang saat rapat kerja dengan perwakilan pemerintah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2020). Raker membahas lebih lanjut rancangan undang-undang Cipta Kerja dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah

F SP LEM SPSI, Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja atau Omnibus Law dinilai ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa salah satunya melalui kemudahan izin usaha dan investasi.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Ali Taher mengatakan, rampingnya regulasi izin usaha lewat RUU Cipta Kerja dapat menarik minat investor maupun pelaku usaha dalam negeri. Dia meyakini, kemudahan berinvestasi dapat membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan roda perekonomian nasional.

"Kita berharap dengan adanya Ciptaker ini justru menggerakkan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja dengan baik," kata Ali, Sabtu (19/9/2020).

Ali mengatakan, Baleg DPR mendorong pemerintah membuat aturan spesifik sebagai aturan turunan dari RUU Cipta Kerja yang memudahkan para pencari kerja lokal dalam mendapatkan pekerjaan.

Ali merasa optimisits tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan tenaga kerja asing untuk mengisi pekerjaan yang memerlukan keahlian. Karenanya, dia mengimbau masyarakat usia produktif untuk menyiapkan diri untuk meningkatkan keterampilan sesuai bidang kerja yang ditekuni.

"Tenaga kerja dalam negeri harus diutamakan. Menjadi hak secara konstitusional untuk bisa bekerja di tanah air sendiri dengan kemampuan kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata Ali.(obn)

Puan Janji Omnibus Law RUU Cipta Kerja Dibahas Transparan dan Hati-Hati



F SP LEM SPSI,Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan, pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja akan dilakukan secara transparan dan cermat.

Dia berjanji, pembahasan RUU Cipta Kerja akan dilakukan secara terbuka dan juga menyerap aspirasi masyarakat.

"DPR membahas RUU Cipta Kerja secara hati-hati, transparan, terbuka, dengan mengutamakan kesinambungan pelaksanaan dari hasil ruu cipta kerja sehingga punya legitimasi kuat untuk membangun bangsa dan negara,” kata Puan, Sabtu (19/9/2020).

Puan menyebut agenda pembahasan RUU Cipta Kerja dapat diketahui di laman resmi DPR RI. Dia membuka ruang bagi masayarakat yang ingin menyaksikan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja melalui live streaming.

“Apakah ini selesai (di masa sidang ini) atau tidak? Apakah akan segera diselesaikan? Saya minta DPR tetap membahasnya secara hati-hati dan transparan,” ungkapnya.

“Pembahasan dilakukan terbuka, bisa dilihat di TV Parlemen, akan ada tim yang merumuskan secara baik dan benar, transparan, dan punya legitimasi kuat untuk membangun bangsa dan negara,” tegas Puan.

Puan mengatakan target menyelesaikan RUU Cipta Kerja bertujuan untuk menghasilkan undang-undang yang memiliki legitimasi kuat demi menjaga kepentingan negara.(obn)


LEM TV

Terbaru


Labels

Blog Archive