Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama pihak Perusahaan sepakat untuk melakukan penundaan kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China


Buruh LEM,Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama pihak perusahaan tambang pemurnian nikel di Kabupaten Konawe sepakat untuk melakukan penundaan kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China. Menurut Gubernur Sultra Ali Mazi, penundaan dilakukan berdasarkan pertimbangan suasana kebatinan masyarakat di tengah pandemi virus COVID-19.

Recana kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina di perusahaan tambang Nikel di kabupaten Konawe Sulawesi tenggara akhirnya ditunda dan PDP 1.073 Kasus.
Pemerintah Sulawesi Tenggara mempertimbangkan suasana kebathinan masyarakat ditengah Pademi COVID-19.

Menurut Gubernur Sulawesi Tenggara Alai Mazi , di Kendari Jumat(8/5),Penundaan tersebut berdasarkan kesepakatan dengan pihak perusahaan, dimana menurut Perusahaan TKA tersebut yang mempunyai keahlian.mereka spesialis memasang alat produksi mesin pada 33 tungku smelter yang tengah dibangun.

Para pekerja di Kontrak maksimal selama enam bulan. Jika darurat Pademi covid-19 di nyatakan berakhir,di rencanakan TKA tersebut akan masuk secara bertahap untuk memudahkan pemeriksaan kesehatan.(obn)

Posting Komentar

0 Komentar