Ada Virus Corona, Sri Mulyani: Kartu Prakerja Diluncurkan Maret

Mentri Keuangan Sri Mulyani acungkan jempol
Buruh, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan peluncuran Kartu Prakerja yang sebelumnya direncanakan pada pertengahan tahun dipercepat menjadi Maret 2020 sebagai langkah mengurangi dampak virus corona jenis Covid-19 terhadap perekonomian.
“Tadinya, direncanakan pada pertengahan tahun, tapi kemarin Bapak Presiden mengatakan kita akan mulai melakukan pada Maret,” katanya di Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.
Sri Mulyani menyebutkan pemerintah telah menyediakan dana sebesar Rp10 triliun untuk program Kartu Pra Kerja yang diyakini dapat memberikan fasilitas pelatihan kepada dua juta penerima.
Ada Rp 10 triliun dengan dua juta potensi penerima yang akan mendapat Kartu Prakerja untuk bisa melakukan vocational training,” ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat 500 ribu calon pekerja yang akan menerima Kartu Prakerja pada tahap awal sehingga ada Rp2 triliun untuk membiayai aktivitas pelatihan tersebut.
“Kalau kita mulai dari 500 ribu (calon pekerja) maka kita perkirakan akan ada Rp 2 triliun kegiatan training. Kami berharap ada suplainya yang membuat training di bidang tourism dan lainnya,” ujarnya.
Sri Mulyani berharap melalui program Kartu Prakerja, dapat memberikan stimulus dalam mendorong perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2020 yang berpotensi terpengaruh virus corona.
“Paling tidak akan ada mindset pada masyarakat agar merasa ada kegiatan. Pemerintah siap dengan instrumen untuk mendorong perekonomian kuartal satu yang sangat terpengaruh oleh virus corona,” katanya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Kartu Pra Kerja disiapkan sebagai solusi bagi tujuh juta masyarakat Indonesia yang sedang mencari pekerjaan.
“Arahan Presiden itu dilaksanakan Maret dan dikhususkan daerah yang kena virus corona seperti sektor pariwisata yaitu Bali, Sulut, dan Kepulauan Riau,” ujarnya.
Airlangga menyatakan para penerima Kartu Prakerja akan menerima uang saku sebesar Rp 500 ribu per bulan yang diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mereka. “Mereka akan dilatih dan terima uang saku Rp 500 ribu per bulan. Dilakukan training dengan harapan semakin memiliki skill,” katanya.(obn)

Posting Komentar

0 Komentar