» » Penelitian, Jam Kerja yang Panjang Meningkatkan Risiko Strok

Penelitian, Jam Kerja yang Panjang Meningkatkan Risiko Strok

Penulis By on Rabu, 24 Juli 2019 | No comments


F SP LEM SPSI, Pekerja dengan jam kerja yang panjang memiilki risiko tinggi terserang stroke. Jam kerja panjang didefinisikan penelitian Prancis, mencapai 10 jam perhari selama sedikitnya 50 hari setahun.
Pekerja yang melakukannya selama lebih dari satu dekade memiliki risiko yang lebih tinggi.
Namun, Asosiasi Strok Inggris mengatakan ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah efek dari kerja panjang, seperti berolah raga dan makan dengan baik.
Peneliti dari Universitas Angers dan Institut Kesehatan Prancis dan Penelitian Medis, melihat pada data kebiasaan merokok, dan jam bekerja, pada lebih dari 143 ribu individu dewasa.
Kurang dari sepertiga responden bekerja dengan jam panjang, dan `10 persen di antaranya melakukannya hingga lebih dari 10 tahun.
Sedikitnya, 1.224 responden terserang stroke, dikutip dari Bbc.com, Kamis 20 Juni 2019
Ditulis dalam Jurnal Stroke dari Asosiasi Jantung Amerika, penelitian mengatakan pekerja dengan jam panjang memiliki 29 persen risiko lebih tinggi terserang strok, dan yang melakukannya selama lebih dari 10 tahun berisiko hingga 45 persen.
Pekerja paruh waktu dan yang menderita strok sebelum bekerja dengan jam panjang, dikeluarkan dari penelitian.
Dr Alexis Descatha, yang memimpin penelitian mengatakan “kaitan antara bekerja sedikitnya 10 tahun dengan jam panjang dengan strok, semakin kuat pada pekerja di bawah usia 50 tahun. Ini tidak diharapkan. Dibutuhkan penelitian lanjutan atas temuan ini,”.
“Sebagai Clinician ¸saya akan menasehati pasien saya untuk bekerja lebih efisien dan saya juga berencana untuk mematuhi saran saya sendiri,” katanya.
Studi ini fokus pada angka, dibandingkan alasan, namun penelitian lain menemukan jika pekerja yang menjalankan bisnisnya sendiri, seperti CEO dan manajer, terlihat memiliki dampak lebih sedikit dengan jam kerja panjang-dan berlawanan dengan mereka yang bekerja dengan shif tidak teratur dan malam, atau mereka yang memiliki stres yang disebabkan oleh pekerjaan.
Dr. Richard Francis, kepada penelitian dari Asosiasi Strok mengatakan, “Ada banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko strok, meskipun bekerja dengan jam panjang,”.
“Mengkonsumsi makana sehat, menyempatkan berolahraga, berhenti merokok dan mendapatkan rekomendasi jam tidur yang cukup mampu memberikan dampak besar terhadap kesehatan,”.(obn) 
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya