» » Arif Minardi : Obat BPJS Kembali ke Jaman Jepang

Arif Minardi : Obat BPJS Kembali ke Jaman Jepang

Penulis By on Kamis, 29 Oktober 2015 | No comments

Bapor Lem, Sebanyak 30 ribu massa buruh FSP LEM SPSI yang datang berbagai daerah seperti Kerawang, Bogor, Purwakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang dan juga DKI Jakarta menggelar aksi di depan Istana Merdeka, mereka menuntut perbaikan BPJS Kesehatan dan menyelamatkan perekonomian nasional dari 5 paket kebijakan pemerintah. Jakarta 29/10/15.

Dalam orasinya, Ketua Umum FSP LEM SPSI Arif Minardi menyatakan bahwa perjuangan hari ini adalah perjuangan buruh dalam rangka mewujudkan kesejahteraan buruh Indonesia,

"Buruh Indonesia ada 40 juta, tapi dalam penghasilan dan kesejahteraan masin memprihatinkan, seperti pelayanan BPJS kesehatan ternyata sangat mengecewakan, kami menuntut kepada Presiden Ir Joko Widodo agar segera di benahi" serunya.

"Belum lagi obat yang diberikan dari BPJS itu generik kembali pada jaman Jepang, padahal kita sudah mengiur, tidak gratis" tambahnya.

"Banyak perusahaan melakukan double cover kesehatannya, dan di BPJS Kesehatannya tidak pernah di pakai, kalau bodoh-bodohan iuran di kasin buruh kan  bisa naik gaji , karena BPJS tidak beres makanya uang itu sia-sia" geram beliau.

"Hari ini kita aksi damai, namun apabila kita tidak digubris, tidak ada perubahan kita akan melakukan aksi lebih besar lagi" tandasnya.

Kemudian beliau menyatakan permasalahan RPP Pengupahan untuk buruh dimana sekarang upah layak dan hidu layak masih jauh terutama yang sudah berkeluarga dan masa kerja lebih dari satu tahun.

Sedangkan, isyu berikutnya masalah ekonomi, pertumbuhan ekonomi lambat menurutnya tidak jauh dari upah buruh yang rendah, banyak PHK, sehingga produktifitas produksi nasional tidak meningkat.






Baca Juga Artikel Terkait Lainnya