-
This is Slide 1 Title
This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...
-
This is Slide 2 Title
This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...
-
This is Slide 3 Title
This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...
Mokom KASBI dihadang Polisi saat akan berangkat ke Jakarta untuk Aksi Tolak TAPERA. Tidak diperbolehkan masuk ke Jalan TOL.
Ramai-Ramai Buruh Tolak Tapera: Nabung Kok Dipaksa!
Buruh Jakarta, Ribuan buruh dari sejumlah serikat menggelar demonstrasi di depan Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, (27/6/2024).
Mereka menuntut pemerintah membatalkan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
Berdasarkan pantauan fsplemspsi.or.id di lokasi, ribuan buruh memadati Jalan Dr Wahidin Raya, Jakarta Pusat sejak siang tadi. Massa buruh yang datang berdemo di antaranya berasal dari Aliansi Aksi Sejuta Buruh, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan sebagainya.
Mereka membawa sejumlah poster yang menyatakan menolak Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2024 tentang Tapera; Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 8 Tahun 2024; hingga Undang-Undang Cipta Kerja. Ada pula poster bergambar Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang telah dimodifikasi.
Tujuan utama para buruh adalah mendesak pemerintah membatalkan program Tapera. Mereka menilai pernyataan pemerintah tentang penundaan program ini adalah pembodohan. Kantor Kemenkeu menjadi sasaran demo, karena dinilai ikut menyetujui program ini.
![]() |
| Orator sampaikan tuntutan nya diatas mobil komando |
"Pemerintah bilang menunda program ini, itu pembodohan, karena aturan ini jelas baru dilaksanakan 2027," kata salah satu orator buruh melalui pengeras suara.
Dia mengatakan potongan wajib Tapera yang mencapai 3% akan memberatkan pekerja. Dia bilang potongan itu sama dengan rata-rata kenaikan upah buruh 2024 yang hanya 3%.
"Orang nabung kok dipaksa!".
Tidak Ada Penjelasan Memadai
Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Joko Suranto sebelumnya mengatakan, saat ini masyarakat kebingungan soal Tapera karena pejabat atau pemerintah juga tak memiliki penjelasan yang sama dan memadai.
Sebagai informasi, ayat (2) Pasal 15 PP Tapera menetapkan, besaran simpanan peserta pekerja yang ditanggung bersama oleh pemberi kerja sebesar 0,5% dan pekerja sebesar 2,5%. Sedangkan untuk peserta pekerja mandiri atau freelancer ditanggung sendiri oleh mereka sebagaimana diatur dalam ayat 3.
Sementara pada Pasal 5 PP Tapera itu ditetapkan, setiap pekerja dengan usia paling rendah 20 tahun atau sudah kawin yang memiliki penghasilan paling sedikit sebesar upah minimum, wajib menjadi peserta Tapera.
Pada pasal 68, pemberi kerja juga harus mendaftarkan pekerjanya menjadi anggota BP Tapera paling lambat 7 tahun sejak berlakunya PP Nomor 25 Tahun 2020. Artinya para pekerja harus mendaftarkan pegawainya sebagai peserta Tapera paling lambat tahun 2027.
"Beberapa waktu lalu saya sudah sampaikan keberatan masyarakat, kekhawatiran masyarakat (soal Tapera). Dan ini harus diakomodasi oleh pemerintah dijelaskan dengan cara yang baik. Apakah (Tapera) tidak tepat? Ketidaktepatannya adalah karena situasional," kata Joko
"Ada pertanyaan soal masyarakat yang sudah punya rumah kenapa harus ikut dan sebagainya. Lalu misalkan buruh atau tenaga kerja yang punya BPJS apakah mereka punya produk yang bisa dikembangkan, seperti apa? Ini harus mendapat akomodasi penjelasan memadai dari pemerintah. Sehingga, masyarakat tidak bingung dan tidak dibingungkan. Karena 1 pejabat katakan 1 pejabat katakan b, c," Pungkasnya.(obn)
BURUH AYAM JANTAN DARI TIMUR TOLAK GAJI DIPOTONG BUAT BAYAR IURAN TAPERA
![]() |
| Rudi ayam jantan dari Timur Indonesia Wakil ketua DPD KSPSI Sulawesi Selatan, juga ketua PD FSP MI SPSI Sulawesi Selatan |
Buruh Jakarta, Ribuan masa aksi buruh Demo Tolak Iuran Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) di depan gedung Kemenkeu RI, kamis, 27/6/2024.
Tabungan ini dinilai memberatkan kalangan buruh lantaran dipotong dari pendapatan mereka.
Masa Aksi yang tergabung dalam Aliansi Sejuta Buruh (AASB) mendatangi gedung Kemenkeu RI dengan diawali dengan long much menuju Kemenkeu RI.
Wakil ketua DPD KSPSI Sulawesi Selatan, dan juga Ketua PD FSP MI SPSI Sulawesi Selatan, Rudi dalam orasinya mengatakan buruh merasa keberatan dengan adanya iuran Tapera. Dia menilai besaran iuran Tapera 2,5% yang dibebankan pekerja tidak setara dengan kenaikan upah minimum provinsi (UMP).
Iuran Tapera sendiri tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera. Iuran Tapera akan memotong sebesar 2,5% gaji pekerja baik swasta maupun PNS dan 0,5% ditanggung perusahaan.
"Itu UU 4/2016 pemerintah mengeluarkan PP 25/2020 aturan pemerintah itu kan sepihak dan tidak melibatkan masyarakat. Disitulah mulai ada secara teknis soal iuran 2,5% buruh pekerja pemberi kerja itu 0,5. Pekerja mandiri yang lebih parah 3% seperti ojol, buruh, tani, restoran kecil. Ini kan memberatkan ya untuk kawan buruh di tengah situasi upah yg murah. Kenaikan 2024 hanya 1% sementara potongan 2,5-3%," kata Rudi dari atas mobil komando.
Datang jauh jauh Ayam jantan dari Timur Indonesia menolak Iuran TAPERA yang justru akan menyengsarakan kaum buruh, karena tidak sebanding dengan harga rumah yang akan di milikinya jika uang tabungan tersebut di ambil kelak.
Di sisi lain, dia juga menyoroti terkait perumahan program rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di mana banyak perumahan yang berakhir kosong tanpa penghuni, seperti Villa Kencana, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Dia menilai rata-rata lokasi perumahan subsidi jauh dari lokasi tempat kerja. Bahkan ada yang memakan waktu perjalanan sampai 3 jam. Menurutnya, hal tersebut tidaklah efektif. Dia bilang seharusnya perumahan dapat dijangkau dengan kalangan buruh.
Dia menyebut setidaknya lokasi perumahan dapat diakses transportasi dengan mudah. Dengan begitu, buruh tidak memakan waktu lama ke tempat bekerja.
"Jadi, perjalanan sampai 2-3 jam itu kan nggak efektif dan efisien. Artinya tuntutan kita itu Menolak Iuran TAPERA yang sudah di undangkan ," ujar dia.(obn)
Tuntut Pemerintah Tapera di Batalkan Ribuan Buruh gruduk Kantor Kemenkeu RI
![]() |
| M. Sidarta saat orasi sampaikan tuntutan para buruh tolak TAPERA di kantor Kemenkeu |
Buruh Jakarta, Sejumlah organisasi massa berunjuk rasa menolak kebijakan tabungan perumahan rakyat atau Tapera di Kementerian Keuangan atau Kemenkeu, pada siang hari ini, Kamis, 27 Juni 2024.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia atau FSP LEM SPSI, Muhamad Sidarta, mengatakan demonstrasi ini dilakukan di depan kantor Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Jl.Ir Juanda 1 Jl Dr. Wahidin Raya No 1 Pasar Baru Kota Jakarta Pusat,Kamis 27/06/2024
"Karena Kemenkeu kan bendahara negara. Masak main minta (duit) rakyat. Masak enggak bisa ngatur tentang keuangan negara?" kata Sidarta dalam orasinya di atas mobil komando
Sidarta mengatakan, demonstrasi hari ini bertujuan meminta supaya pemerintah mencabut Tapera. Dia mengatakan, adanya Tapera itu justru akan semakin memberatkan nasib kaum buruh. "Buruh akan tambah menderita. Karena ada berbagai potongan (upah)," tutur Wakil Ketua Umum F SP LEM SPSI tersebut.
Menurut dia, kebijakan pemerintah soal Tapera tidak menguntungkan buruh. Bahkan, buruh tak mungkin menikmati hasil dari tabungan perumahan rakyat tersebut. Dia juga menyentil Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Menurut dia, Menteri PUPR dan stafnya digaji tinggi. Namun saat membuat program perumahan, kementerian harus meminta duit dari masyarakat. Sebab itu, dia mengatakan Tapera sangat memberatkan seluruh rakyat. "Adanya pemotongan 3 persen itu memberatkan pengusaha, buruh, dan juga rakyat," ujar dia.
Dalam keterangan tertulis yang diterima fsplemspsi.or.id, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menegaskan, bahwa Peraturan Pemerintah tentang Tapera menambah beban bagi pelaku usaha pada kisaran 18,24-19,74 persen. Sementara serikat pekerja menyatakan, kebijakan yang diatur dalam Tapera membebani buruh pada kisaran 15,77 persen- 18,73 persen.
Adapun dalam kebijakan yang termuat dalam Tapera, ada potongan upah sebesar 3 persen yang terdiri dari 0,5 persen dibayar pemberi kerja dan 2,5 dibayar buruh. "Bukan hanya pelaku usaha dan buruh yang konsen terhadap Tapera. Saat ini semua tertuju pada Tapera," ujar Sidarta.
Sidarta mengatakan, jumlah massa yang akan melayangkan protes di kantor Kementerian Keuangan itu berjumlah lebih dari lima ribu orang. Pedemo ini berasal dari berbagai daerah, seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Dia sendiri bersama kelompok lain bertolak dari Karawang, Jawa Barat. "Saya lihat dari foto di Kemenkeu sudah penuh dengan polisi," tutur dia.
Dia mengatakan, dalam perjalanan menuju gedung perkantoran Sri Mulyani, pengunjuk rasa ini sempat dicegat anggota kepolisian. Dia mengatakan, mobil komando sempat dilarang melintasi gerbang Tol Kerawang Timur. "Karena terjadi macet akhirnya negosiasi dan bisa masuk," ucap dia. Massa yang tergabung dari 40 organisasi buruh itu bergabung dalam Aliansi Aksi Sejuta Buruh.(obn)
Buruh Bakal Gelar Aksi Menolak Tapera
![]() |
| Wakil ketua umum DPP F SP LEM SPSI Ir. M Sidarta saat Audensi dengan DPRD Jawa Barat Sepakat besama Apindo menolak Iuran TAPERA |
Buruh Jakarta, Eleman buruh yang tergabung dalam Aliansi Aksi Sejuta Buruh akan menggelar aksi di depan Kementerian Keuangan RI, Kamis (27/6/2024). Rencananya aksi ini akan dilakukan pada pukul 12.00 WIB siang.
Sebelumnya, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menekankan, pentingnya program tabungan perumahan rakyat (Tapera) untuk meningkatkan kepemilikan rumah. Hal itu karena Indonesia menghadapi kesenjangan kepemilikan rumah yang masih tinggi.
"Data dari Susenas BPS di 2023, kesenjangan kepemilikan rumah atau keluarga yang belum memiliki rumah masih di angka 9,95 juta unit. Dengan pertumbuhan demand keluarga baru di angka 700 ribu sampai 800 ribu per tahun," kata Heru dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Kamis (6/6/2024).
Apalagi, ujarnya, ditambah dengan kondisi rumah yang tidak layak huni saat ini masih sangat tinggi hingga mencapai angka 29,6 juta. Untuk itu, program Tapera ini diperlukan.
"Tapera ini merupakan perluasan dari Bapertarum yang sudah dikembangkan sejak zaman Orde Baru. Namun kepesertaannya terbatass hanhya untuk PNS," ujarnya.
Wakil Ketua Umum FSP LEM SPSI Muhamad Sidarta mengatakan, aksi ini menuntut pembatalan Tabungan Perumaha Rakyat (Tapera). Pasalnya, jika dilaksanakan maka Tapera akan memotong upah buruh.
"SPSI tetap menolak Tapera sejak pertama kalinya diundangkan, kata Sidarta kepada fsplemspsi.or.id, Selasa (25/6/2024).
Apalagi, kata dia, sampai saat ini pemerintah belum mempertimbangkan penundaan implementasi “Program Tapera tersebut, justru pemerintah melalui menteri ketenagakerjaan Ida Fauziyah fokus melakukan sosialiasi Tapera kepada pekerja dan pengusaha.
Dengan mengetahui, memahami dan menyadari hal di atas itu semua, maka kami menyatakan:
- Menolak dengan tegas Penyelenggaraan TAPERA.
- Menuntut dicabutnya PP 21/2024 tentang Penyelenggaraan TAPERA
- Menuntut dicabutnya UU Omnibuslaw No. 6 tahun 2023 tentang Cipta Kerja
- Menuntut dicabutnya UU No. 4 tahun 2023 tentang P2SK (liberalisasi sistem keuangan). (obn).
Tuntut Batalkan TAPERA di Kemenkeu RI, FSP LEM SPSI akan Bergabung dengan Aliansi Besar “Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB)”
![]() |
| FSP LEM SPSI saat melaksanakan aksi tolak TAPERA di Kantor DPRD Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/06/2024). (Foto Ist) |
BANDUNG, MEDIA LEM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menegaskan, bahwa PP 21/2024, Tentang Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) menambah beban bagi pelaku usaha pada kisaran 18,24% - 19,74%. Serikat Pekerja juga menyatakan, kebijakan pemerintah ini membebani buruh pada kisaran 15,77% - 18,73%. Potongan TAPERA sebesar 3% yang terdiri dari 0,5% dibayar pemberi kerja dan 2,5% dibayar buruh. Bukan hanya pelaku usaha dan buruh yang konsen terhadap TAPERA, saat ini semua tertuju pada TAPERA.
Ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat, Muhamad Sidarta yang juga Wakil Ketua Umum FSP LEM SPSI menyatakan bahwa FSP LEM SPSI sejak tahun 2016 menolak Undang-Undang TAPERA dan menagih janji kampanye Presiden Jokowi pada periode pertama yang dikenal dengan “Tri Layak”: Kerja Layak, Hidup Layak dan Upah Layak.
Janji tersebut sampai sekarang tak satupun yang direalisasikan, justru yang terjadi pemerintah terus menggerus upah buruh dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan (PP 78/2015), PP 36/2021 dan Undang-Undang nomor 6/2023 yang melahirkan PP 51/2023 yang semua itu bagian dari upaya sistematis pemerintah untuk menekan laju kenaikan upah buruh.
Dijelaskannya, terbitnya peraturan perundang-undangan tersebut menghilangkan Upah Minimum Sektoral, kemudian penetapan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi bersyarat yang mengakibatkan kenaikan upah buruh menjadi lebih rendah dari laju inflasi.
"Kebijakan pengupahan yang ditetapkan pemerintah ini jelas semakin memiskinkan buruh, karena kenaikan upah buruh sangat kecil jauh di bawah inflasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi potongan upah buruh semakin besar dan banyak jenisnya, diantaranya potongan BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian), BPJS Kesehatan, Pajak (Pph21), TAPERA dan kewajiban/pajak lainnya. Oleh karena itu FSP LEM SPSI tetap menolak TAPERA sejak pertama kalinya diundangkan," kata Sidarta, Rabu (26/06/2024).
Lebih lanjut, Sidarta menggambarkan simulasi potongan upah buruh tahun 2024 di Jawa Barat dengan upah terendah di Kota Banjar dan yang tertinggi di Kota Bekasi sebagaimana dalam table berikut :
Note: Posisi Tabel Disini (tulisan ini dihapus)
Take home pay tersebut untuk membayar kewajiban dan kebutuhan lain, seperti biaya sekolah anak, gas, listrik, cicil motor/transport kerja, cicil/kontrak rumah, kebutuhan sembako, kebutuhan sosial dalam bermasyarakat dan keperluan lainnya tidak mencukupi. Lebih dari itu sampai saat ini pemerintah belum mempertimbangkan penundaan implementasi “Program TAPERA” tersebut, justru pemerintah melalui menteri ketenagakerjaan Ida Fauziyah fokus melakukan sosialiasi TAPERA kepada pekerja dan pengusaha. Sosialisasi dilakukan melalui Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional (LKS Tripnas) karena LKS Tripnas merupakan representasi pemerintah, pengusaha dan serikat pekerja serikat/buruh yang memenuhi syarat, melihat kondisi ini membuat kaum buruh semakin resah dan memicu buruh untuk melakukan unjuk rasa kembali pada 27 Juni 2024 yang dipusatkan di Kantor Kementerian Keuangan RI setelah 20 Juni 2024 lalu melakukan unjuk rasa serentak di berbagai daerah di Indonesia.
"Dalam unjuk rasa ini, FSP LEM SPSI akan bergabung dengan aliansi besar, gabungan lebih dari 40 organisasi buruh yaitu Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB)," jelas Sidarta.[ERK]
Audensi di DPRD Jawa Timur, Buruh nyatakan Keberatan Iuran TAPERA.
![]() |
| Audensi Buruh se Jawa Timur Tolak TAPERA di kantor DPRD Jawa Timur |
Buruh Jawa Timur, Kalangan Buruh Jawa Timur menyatakan keberatan dengan Rencana pemberlakuan program Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) yang di gagas oleh pemerintah pusat, Lantaran akan menambah beban pekerja karena sudah banyak potongan mulai dari Pajak, dan juga BPJS.
Keberatan tersebut di sampaikan dalam audensi di DPRD Jawa Timur terkait PP No 21/2024 tentang penyelenggaraan TAPERA, Selasa 25/06/2024.
Audensi ini di hadiri oleh DPC F SP LEM SPSI se Jawa Timur dan puluhan buruh se Jawa Timur dari berbagai organisasi serikat pekerja.
Anggota Dewan dari Komisi E tidak hadir dan audensi diterima oleh DPD beserta pengurusnya, buruh menyampaikan melalui juru bicara Aji Santoso, SH dikarenakan Anggota DPRD tidak hadir mohon untuk disampaikan agar DPRD bisa :
1. penerbitan DRPD surat pengantar kepada PRESIDEN dan DRP RI untuk penolakan TAPERA 1 (satu) minggu dari sekarang, Bila mana tidak,maka kami akan mengadakan unjuk rasa di DPRD meminta jawaban akan hal itu.
2. DPRD untuk membuat surat pengantar perihal PPDB AFIRMASI(anak buruh) ke GUBERNUR untuk di permudah anak buruh sekolah.
3. Mendorong Sumber Daya Manusia seluruh serikat pekerja seluruh Jawa Timur untuk bisa dilibatkan dalam pembahasan tersebut.
4. Menjadwalkan ulang pertemuan kembali soal permintaan audensi hari ini sudah terealisasikan atau belum (sesi ke 2)
Empat tuntutan tersebut disampaikan diharapkan DPD Jawa Timur bisa menjembatani dan memfasilitasi agar semua permasalahan ketenagakerjaan di Jawa Timur tetap bisa kondisi kondusif dan aman.
![]() |
| Buruh se Jawa Timur Audensi dengan DPD Beserta pengurusnya di kantor DPRD tolak TAPERA |
Kantor DPRD yang beralamatkan di Jl. Indrapura No.1, Krembangan Sel., Kec. Krembangan, Surabaya, Jawa Timur akan kembali diramikan denga aksi Demo buruh apabila tuntutan buruh tidak terakomodir secepatnya terkait Penolakan TAPERA.
Hasil audensi dengan anggota Dewan setelah selesai disampaikan ke para Buruh yang tidak bisa ikut hadir di ruang rapat disampaikan hasil oleh DPC DPC se Jawa Timur yang ikut hadir di Rapat Audensi di DPRD tersebut. , para Buruh membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan informasi dan hasil audensi, pabila tuntutan nya tidak berhasil maka akan kembali dengan membawa temen temenya kembali ke DPRD Jawa Timur.(obn)
Serikat Buruh,Dinaskertrans,DPRD dan APINDO Jawa Barat Sepakat Tolak TAPERA
![]() |
| Audensi Pimpinan DPRD, Komisi V, Apindo, Dinaskertrans dan Serikat Buruh Propinsi Jawa Barat sepakat Menolak Tapera dan merekomendasikan ke Pemerintah Pusat untuk mencabut TAPERA |
Buruh, Aksi Ribuan Buruh Jawa Barat kembali satronin Kantor DPRD Jawa Barat Jl.Diponegoro No 27 Bandung Jawa Barat, Senin 24/6/2024 setelah kemaren di tanggal 20/6/2024 Perwakilan buruh hadir di kantor DPRD Jawa Barat hanya di temui oleh staff DPRD karena Para Anggota Dewan sedang dalam Kunjungan Kerja.
Ribuan Buruh dari berbagai macam organisasi bergabung menjadi satu menyuarakan dan bergerak konvoi menuju gedung DPRD Jawa Barat, tidak lama berada di depan gedung DPRD langsung di sambut baik oleh anggota Dewan meminta perwakilannya untuk audensi dengan para Anggota Dewan.
Bertempat di ruangan rapat komisi V DPRD Propinsi Jawa Barat, Pimpinan DPRD dan Komisi V Propinsi Jawa Barat serta Dinaskertrans, APINDO dan KADIN PHRI menerima Perwakilan buruh untuk audensi.
![]() |
| Photo bersama setelah pembahasan selesai menolak Tapera |
Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat H.Oleh Soleh, SH yang di temani Wakil Ketua Komisi V DPRD Propinsi Jawa Barat H.Abdul Hadi Wijaya, Beserta Yohan Perwakilan APINDO Jawa Barat dan Umar Chack PHRI Propinsi Jawa Barat melakukan pembahasan Permasalahan dan merekomendasikan:
- DPRD Propinsi Jawa Barat menolak pemberlakuan Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2024 Tentang Perubahan atas peraturan Pemerintah No 25 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat, sebagai aturan turunan dari Undang-undang No 4 Tahun 2016tentang Tabungan Perumahan Rakyat.
- DPRD Propinsi Jawa BArat meminta Kepada Pemerintah Pusat melalui Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) untuk membangun fasilitas rumah layak huni bagi buruh dan Pekerja.
- Agar Pemprov mengevaluasi pengelolaan rumah susun/Rumah singgah yang sudah ada untuk melibatkan serikat Pekerja dan Dinaskertrans untuk pengelolaannya.
- DPRD Propinsi Jawa-Barat meminta pemerintah Pusat agar mencabut Peratura Mentri Perdagangan No 8 Tahun 2024 tentang perubahan ketiga atas peraturan menteri Perdagangan No 36 Tahun2023 tentang Kebijakan Pengaturan Impor dan merekomendasikan kepada DPR RI untuk memasukkan RUU anti dumping kedalam program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2025.
Musnik PUK SP LEM SPSI PT. EBARA Indonesia, Terpilih Ketua PUK Baru
![]() |
| Agenda Musnik PUK SP LEM SPSI PT EBARA Indonesia di Kota Depok Jawa Barat, pada Sabtu, (22/06/2024). |
![]() |
| Sambutan Wahyu selaku APINDO Kota Depok dalam agenda Musnik PT. EBARA Indonesia Sabtu, (22/06/2024). |
![]() |
| Dewi Anggraeni memberikan sambutan pada Musnik PT. EBARA Indonesia mewakili Management pada Sabtu, (22/06/2024) |
![]() |
| Muhammad Sidarta selaku Ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat memberikan sambutan pada Musnik PT EBARA Indonesia pada Sabtu, (22/06/2024). |
Begini Cara Mengecek Status Kepesertaan BPJS Kesehatan
Buruh, Jakarta, BPJS Kesehatan memiliki fungsi untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Dengan prinsip ini, jaminan kesehatan hadir untuk menjamin peserta mendapatkan manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan
Kendati demikian, peserta yang akan melakukan atau memeriksa kesehatan menggunakan BPJS Kesehatan harus memiliki status aktif. Berikut cara mengecek status kepesertaan BPJS Kesehatan.
1. Melalui Mobile JKN
- Buka Aplikasi Mobile JKN
- Masuk atau login dengan NIK atau nomor kepersertaan BPJS Kesehatan
- Masukkan Captcha, lalu klik "Login"; serta
- Pilih"Status kepesertaan" untuk melihat status BPJS
- Buka media sosial dan caei BPJS Kesehatan
- Pilih Fitur DM
- Tuliskan nomor kartu BPJS Kesehatan; dan
- Admin akan memberikan informasi status BPJS Kesehatan.
- Telpon ke 165;
- Pilih menu layanan 1
- Pilih status kepesertaan
- Masukkan NIK atau nomor peserta dan tanggal lahir; dan
- Care Center 165 akan memberikan informasi status kepesertaan
4. Melalui Chika
Status BPJS Kesehatan dapat diperiksa melalui Chika (Chat Assistant JKN) yang tersedia di Facebook Messenger facebook/BPJSKesehatanRI, Telegram @hika_BPJSKesehatan_bot, dan WhatsApp 08118750400. Peserta dapat memasukkan NIK atau nomor peserta dan tanggal lahir ke Chat Chika. Setelah itu, Chika akan memberitahu status peserta BPJS Kesehatan.
5. Petugas BPJS Satu
Jika ingin melakukan pengobatan di salah satu fasilitas kesehatan, puskesmas atau rumah sakit, peserta BPJS Kesehatan bisa menanyakan langsung kepada petugas BPJS Satu. Saat bertanya, petugas akan memberitahu status kepesertaan BPJS Kesehatan. (obn)














