Looking For Anything Specific?

ads header
  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Hari Ini May Day 2025, Ratusan Ribu Buruh Bakal Padati Monas

Masa Aksi peringati Hari Buruh Internasional 1 May 2025 konfoi menuju Tugu Monas Jakarta Pusat 


Jakarta,Hari Buruh,Hari ini, Kamis (1/5/2025), ratusan ribu buruh dari berbagai daerah di Indonesia akan memadati Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, untuk memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Aksi ini menjadi momentum bagi para pekerja untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan mereka kepada pemerintah.


Ketua Umum Konfederasi KSPSI M.Jumhur Hidayat menyatakan bahwa, sekitar 300.000 buruh akan mengikuti aksi May Day di Jakarta. Mereka berasal dari tiga provinsi yang dekat dengan Jakarta, yakni DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.


"300.000 buruh akan hadir di lapangan Monas. Yang berasal dari Jawa Barat, Banten, dan Jakarta. Di tiga provinsi yang dekat dengan DKI Jakarta ini buruhnya akan datang ke Jakarta ke lapangan Monas," ungkap Jumhur dalam jumpa pers pada Senin (28/4/2025).


Jumhur menjelaskan, perayaan itu bakal digelar sejak pukul 09.30 hingga 12.30 WIB. Sementara itu, menurutnya, aksi memeringati "May Day" tentu akan digelar serentak di seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, ia mengaku total seluruh buruh yang akan memeringati "May Day" hari ini sejumlah 1,5 juta orang.

"Jumlah buruh yang terlibat di seluruh Indonesia adalah melebihi angka 1,5 juta orang, berdasarkan laporan dari daerah-daerah,” ujarnya


Tuntutan utama buruh Dalam aksi May Day 2025,

para buruh membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya:

1. Penghapusan sistem outsourcing

2. Pemberian upah layak

3. Bentuk Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

4. Sahkan RUU Ketenagakerjaan baru

5. Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)

6. Sahkan RUU Perampasan Aset

Jumhur berharap beberapa isu tersebut bisa direspons positif oleh Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan hadir dalam acara Hari Buruh di Lapangan Monas.


"Kami percaya. Kami mendukung kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Buruh-buruh Indonesia secara mayoritas. buruh Indonesia dengan perayaan May Day 2025 ini adalah bentuk dukungan. Bentuk kebersamaan," ungkapnya. "Bentuk sebuah pengharapan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar bisa meningkatkan kesejahteraan buruh," lanjut dia. (obn)


 

H-1 May Day di Monas, DPR Kumpulkan Serikat Buruh dan Perwakilan Istana

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama pihak Istana Kepresidenan berkumpul bersama serikat Buruh dalam sebuah acara silaturahmi di Gedung Nusantara IV, Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2025), menjelang Hari Buruh Nasional yang jatuh pada esok hari


F SP LEM SPSI- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama pihak Istana Kepresidenan berkumpul dengan serikat buruh dalam sebuah acara silaturahmi di Gedung Nusantara IV, Kompleks DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2025), menjelang Hari Buruh Nasional yang jatuh pada esok hari. 


Adapun pihak Istana Kepresidenan yang terlihat hadir adalah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. 


Sementara itu, ketua serikat buruh yang hadir, yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat, dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Elly Rosita Silaban.


Dalam sambutannya, Dasco mengatakan, tugas DPR adalah menjembatani aspirasi antara pekerja dan pemerintah supaya kompak. Oleh karenanya, DPR mengumpulkan para buruh bersama wakil pemerintah pada hari ini.


Terlebih, tantangan ke depan akan lebih berat. Ada banyak situasi ekonomi domestik dan global yang membuatnya harus bertahan bersama. "Kita harus kompak dan kita harus optimis. Karena pada saat-saat seperti sekarang ini kita mempunyai, bukan karena presidennya dari Partai saya, tetapi kita mempunyai pimpinan negara yang sangat memperhatikan aspirasi teman-teman pekerja," ucap Dasco dalam acara tersebut.


Dasco juga mengingat saat dirinya berdiskusi dengan pimpinan konfederasi membahas masalah kenaikan upah pekerja sebelum bertemu dengan Presiden. 


Saat itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sempat takut karena ada perbedaan persentase kenaikan upah antara serikat pekerja dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). 


Namun, Prabowo memberikan solusi. 


"Pak Presiden menyampaikan, justru bahwa upah dari pekerja kita itu harus dinaikkan. Supaya apa? Supaya daya beli naik. Kalau daya beli naik, itu ekonomi kita bergerak," jelasnya. Sementara itu, Said Iqbal menjelaskan, Prabowo berencana hadir dalam acara Hari Buruh di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, esok hari. Hal ini sudah dipastikan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi.


Dia bilang, ada sekitar 200.000 buruh se-Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta yang terdiri dari sejumlah serikat buruh. 


"Jadi ini hampir bisa dipastikan 90 persen lebih buruh berkumpul merayakan May Day di Lapangan Monas," bebernya. 


Setidaknya, ada enam plus satu isu yang menjadi tuntutan. Isu-isu itu meliputi penghapusan outsourcing, pemberian upah layak, pembentukan Satgas PHK, dan pengesahan RUU Ketenagakerjaan. 


"Yang kelima adalah sahkan RUU PPRT dan yang keenam adalah sahkan RUU Perampasan Aset dalam memberantas korupsi. Dan satu lagi adalah ratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 tentang Perlindungan Buruh Perikanan," jelasnya.

(obn)

Serikat Pekerja Undang Prabowo Hadiri May Day di Monas

Masa aksi konfoi menuju silang monas untuk menghadiri perayaan May Day 2025


F SP LEM SPSI -
Lebih kurang 200.000 pekerja dari empat konfederasi serikat pekerja akan memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2025 pada 1 Mei di Monumen Nasional. Mereka mengundang Presiden Prabowo Subianto hadir dalam kesempatan itu.


Buruh-buruh itu merupakan anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Jumhur Hidayat, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia pimpinan Andi Gani, dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). 


Mereka bekerja di industri yang berlokasi di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Acara direncanakan mulai sekitar pukul 09.30 WIB.


Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/4/2025), mengatakan, Presiden ke-1 Indonesia Soekarno menghadiri peringatan May Day pada 1965. Jika Presiden Prabowo hadir pada May Day 2025, peristiwa itu akan menjadi sejarah kedua kehadiran presiden pada peringatan May Day di dalam negeri. 


Keempat konfederasi serikat pekerja juga mengundang sejumlah pejabat pemerintah lainnya. Di antaranya adalah Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo. Sekitar 20 kedutaan besar juga diundang. 


”Kami juga mengundang Presiden International Trade Union Confederation (ITUC) global Akiko Gono,” kata Jumhur.


Keempat konfederasi yang hadir di Monumen Nasional (Monas) saat May Day 2025, menurut Jumhur, mengusung sejumlah isu. Di antaranya adalah pengesahan Revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (RUU Ketenagakerjaan), Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga, dan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset.


Isu lainnya adalah penghapusan alih daya, kebijakan pengupahan, dan pembentukan satuan tugas pemutusan hubungan kerja (satgas PHK). Mereka berharap Presiden Prabowo Subianto yang hadir bisa mendengarkan langsung aspirasi mereka atas isu-isu tersebut.


Terkait RUU Ketenagakerjaan, dia menyampaikan, ini adalah amanat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas uji materi UU Cipta Kerja. MK telah memutuskan paling lambat 2 tahun sudah ada UU Ketenagakerjaan baru. Komisi IX DPR RI juga sudah membentuk panja RUU Ketenagakerjaan.


”Pembahasan RUU Ketenagakerjaan kali ini harus partisipatif. Serikat pekerja harus dilibatkan,” katanya. 


Mengenai mengapa Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga diusung, Said menjelaskan karena pembahasannya sudah bertahun-tahun dan belum ada titik temu. Sementara pekerja rumah tangga membutuhkan regulasi perlindungan yang jelas. 


Adapun alasan mengapa isu Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset disertakan ialah kasus korupsi merajarela. Dampaknya ke kesejahteraan pekerja. Regulasi itu bisa memiskinkan koruptor sehingga tingkat korupsi bisa mengecil.


”Isu pembentukan Satgas PHK untuk merespons maraknya kasus PHK di tengah perang dagang Amerika Serikat - China. Isu upah layak untuk menyuarakan kenaikan upah minimum setiap tahun demi kesejahteraan rakyat. Adapun hapus alih daya karena kami merespons pernyataan (janji) Prabowo sejak 10 tahun lalu,” ucap Jumhur. 


Dihubungi secara terpisah, Presiden KSBSI Elly Rosita mengatakan, khusus isu RUU Ketenagakerjaan, KSBSI berharap pemerintah khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo membuka ruang dialog yang lebih luas dengan serikat buruh. Mereka menginginkan partisipasi aktif dalam proses pembuatan UU agar substansi yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi pekerja.


Selain RUU Ketenagakerjaan, KSBSI mengusung beberapa isu strategis yang berbeda untuk May Day 2025. Pertama, KSBSI menolak kewajiban iuran dalam UU Tabungan Perumahan Rakyat. Kewajiban ini membebani buruh. KSBSI telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. 


Isu kedua adalah KSBSI menolak PHK massal. KSBSI meminta pemerintah dan perusahaan untuk menghentikan PHK massal dan menekankan pentingnya perlindungan terhadap pekerja. 


Isu ketiga ialah perlindungan hak pekerja di era digital dan kecerdasan buatan. Pemerintah perlu melakukan transisi yang adil menuju ke era industri digital. 


“May Day tahun-tahun sebelumnya, kami masih fokus ke isu upah, kerja layak, dan tolak UU Cipta Kerja. Sekarang, kendati kami tidak secara spesifik menyuarakan upah dan kerja layak, kami tetap suarakan yang berkaitan dengan dua topik itu, yakni maraknya PHK massal. Kami minta kehadiran pemerintah untuk bertindak adil,” ucap Elly. 


Di kesempatan berbeda, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) mengatakan, pihaknya memilih tidak bergabung dalam agenda May Day di Monas pada 1 Mei 2025. Sebaliknya, Aliansi Gebrak melakukan aksi di Dukuh Atas bersama serikat pekerja kampus, organisasi petani, komunitas pengemudi ojek daring, dan masyarakat adat. 


”Menurut kami, tidak ada cukup alasan untuk hadir. Rakyat merasakan kebijakan dan perlakuan yang represif,” ujarnya.


Program Astacita Prabowo-Gibran tentang lapangan pekerjaan berkualitas belakangan justru berbanding terbalik dengan adanya sejumlah PHK. Ini misalnya banyak terjadi di industri-industri padat karya, ekstraktif, media/kreatif, dan pendidikan.


Ada pula tren lenturnya hubungan kerja berakibat ketidakpastian hubungan kerja hingga jaminan sosial dan kesehatan yang masih berdasarkan iuran kepesertaan laiknya asuransi swasta. 


Menurut Sunarno, ada beberapa isu May Day 2025 yang diusung oleh Aliansi Gebrak. Salah satunya ialah penyusunan RUU Ketenagakerjaan yang partisipatif, transparan, dan memihak pada buruh. 


”Cabut UU Cipta Kerja beserta peraturan pemerintah turunannya yang masih berlaku. Lawan badai PHK massal, sahkan RUU Ketenagakerjaan pro buruh, dan berikan kepastian kerja layak,” ujar Sunarno. (obn)

Sosialisasi HUT KSPSI Ke 52 Sebagai Tonggok Persatuan Buruh Seluruh Indonesia.

 

Photo bersama Ketua KSPSI Pembaruan Jumhur Hidayat

Jakarta, Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD FSP LEM SPSI) Provinsi DKI Jakarta selenggarakan sosialisasi Hari Ulang Tahun (HUT) KSPSI yang ke 52 Tahun. bertempat di Gelanggang Olahraga Otista (GOR Otista) Jakarta Timur, 11/2/2025.


Antusias peserta Kegiatan ini berlangsung cukup meriah karena di hadiri hampir seluruh perwakilan unit kerja anggota FSP LEM SPSI se DKI Jakarta.


Penanggung jawab kegiatan ini Bung Toha menerangkan bahwa keterwakilan yang hadir pada hari ini berjumlah sekitar 400 orang sesuai target. 


"Peserta yang hadir hampir sesuai target keterwakilan anggota, keterwakilan yang hadir pada acara ini berjumlah hampir 400 (empat ratus) orang, dimana masing-masing perwakilan unit kerja diberikan kuota sebanyak 4 (empat) orang",tandas Bung Toha penanggung jawab acara pertemuan ini. 

Peserta Sosialisasi HUT KSPSI dari DKI Jakarta di GOR Otista


Dihadiri langsung pimpinan pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pembaruan Bung Moh Jumhur Hidayat, didampingi Sekjend Bung Arif Minardi menyampaikan sosialisasi HUT KSPSI ini adalah sebagai tonggok persatuan buruh seluruh Indonesia, dan dalam sambutannya juga Bung Moh Jumhur Hidayat memberikan pesan kepada peserta yang hadir untuk memantapkan soliditas diantara sesama buruh atau pekerja walau berbeda warna bendara dan organisasi.

Sosialisasi peringatan HUT KSPSI 52 


Memaknai HUT KSPSI Ke 52 adalah bukan usia muda lagi, KSPSI sebagai organisasi tertua serikat buruh/pekerja mesti menjadi teladan dalam perjuangan serta menjadi referensi pergerakan dan dinamisasi hubungan industrial yang semakin dinamis dimasa kini dan yang akan datang.


Hubungan Antar Lembaga FSP LEM SPSI DKI Jakarta, Bung Andi Nuryahya juga turut hadir bersama pengurus lainnya guna memastikan sosialisasi ini berjalan dengan lancar dan aman. (Ndi)

Karyawan Gaji di Bawah Rp10 Juta Bebas Pajak, Ini Aturannya!



Jakarta, Pemerintah telah resmi menerbitkan aturan insentif pajak penghailustrasi p0psilan (PPh) pasal 21 ditanggung pemerintah atau DTP untuk para pekerja di sektor tertentu melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 10 Tahun 2025.

Adapun pekerja yang menerima insentif tersebut adalah yang melakukan kegiatan usaha pada bidang industri alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, dan kulit dan barang dari kulit.


Serta untuk pekerja dengan kode klasifikasi lapangan usaha tertentu yang sudah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.


"Pegawai tertentu yang dimaksud adalah pegawai tetap tertentu dan pegawai tidak tetap tertentu," bunyi pasal 4 PMK Nomor 10 Tahun 2025 dikutip Jumat (7/2/2025).


Selain itu, insentif pajak hanya diberikan oleh pekerja dengan penghasilan bruto yang bersifat tetap dan teratur tidak lebih dari Rp 10 juta dan pekerja tidak tetap dengan penghasilan tidak lebih dari Rp 500 ribu per hari.

Baca juga : https://www.fsplemspsi.or.id/2024/11/banyak-yang-naik-gaji-setoran-pajak.html?m=1&zx=773968d09b63c4c8

Insentif ini berlaku sejak Januari 2025 hingga Desember 2025.


Kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga keberlangsungan daya beli masyarakat dan menjalankan fungsi stabilisasi ekonomi dan sosial.


"Telah ditetapkan paket stimulus ekonomi sebagai upaya pemerintah dalam menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat antara lain dengan pemberian fasilitas fiskal berupa pajak ditanggung pemerintah," tulis PMK Nomor 10 Tahun 2025.(obn) 

SEMINAR KETENAGAKERJAAN DPC F SP LEM SPSI JAKARTA UTARA

Jumhur Hidayat Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia


Jakarta, Bertempat di Gedung Employee PT KOMATSU INDONESIA Jl Cakung Cilincing Km 4 Jakarta 14140. Seminar Ketenagakerjaan yang di laksanakan atas kolaborasi antara DPC F SP LEM SPSI Jakarta Utara dengan PUK SP LEM SPSI PT. KOMATSU INDONESIA Rabu 5/2/2025.


Pelaksanaan Seminar Ketenagakerjaan selain untuk mempererat tali silaturohmi antar pengurus Unit Kerja juga tempat Pendidikan pemahaman tentang ketenagakerjaan dimana pasca di undangkannya UU Cipta Kerja Suka tidak suka kita terus mengkaji isi dari UU tersebut, apalagi pasca diputuskan oleh MK tandas Ketua DPC F SP LEM SPSI Jakarta Utara Bung Usman.


Dengan mendatangkan Narasumber Nasional berharap semua PUK bahkan sampai ke Anggota dapat pemahaman baru tentang ketenagakerjaan, apalagi dengan pemerintahan yang baru akan seperti apa kira kira Nasib Buruh Indonesia kedepan. akankah lebih baik atau bahkan lebih buruk dari pemerintahan sebelumnya perihal kebijakan kesejahteraan kaum Buruh.


Tantangan dan peluang serikat pekerja di pemerintahan yang baru materi yang di sampaikan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI)Pembaruan Moh Jumhur Hidayat. beliau menuturkan bahwa segala sesuatu kebijakan pemerintah perihal perburuhan bisa dibicarakan dan dikomunikasikan dengan pemerintah, kita berikan masukan yang bagus dengan realita yang ada di lapangan, bukan mengada-ada bahkan apalagi mencari untuk kepentingan pribadi.


Ketua Federasi juga tidak mau ketinggalan memberikan motifasi kepada para Pengurus Unit Kerja dalam memperjuangkan hak-hak kesejahteraan Anggota. beliau berharap anggota F SP LEM SPSI yang beliau pimpin harus satu langkah lebih maju dibanding dengan anggota Serikat Yang lain dalam pemahaman Ketenagakerjaan makanya harus sering banyak Baca agar tidak di kerdilkan baik kawan maupun lawan.


Antusias dan semangat dari Peserta Seminar dilihat dari tetap terus mengikuti seminar tersebut, banyak pertanyaan yang di sampaikan ke nara sumber khususnya ke Pemateri setelah selesai penyampaian dan di jawab dengan baik dan bermanfaat untuk terus bergerak melakukan Konsolidasi guna kesejahteraan kita bersama.(obn)    

Temui Aliansi Buruh Sektor Jakarta, Pemprov DKI Bahas Revisi UMSP 2025

materi di sampaikan ke PJ Gubernur kepada perwakilan buruh berikan

Jakarta, alam aksi yang digelar di depan balaikota Jakarta, para buruh masih dengan tuntutan yang sama, menuntut pemerintah provinsi dan Dewan Pengupahan agar menetapkan kenaikan UMSP yang layak, mengakomodir 10 Sektor Unggulan dan 88 Sub Sektor masuk dalam UMSP tahun 2025.

Meski UMSP 2025 sudah ditetapkan, namun menimbulkan kekecewaan bagi pihak buruh. Dalam keputusan yang tertuang dalam Kepgub 832 tahun 2024 ada beberapa sektor yang tidak masuk dalam UMSP 2025. Diantaranya sektor otomotif, sektor transportasi dan sektor Jasa Kelistrikan.

Dalam aksi di Kantor Balaikota DKI Jakarta dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI Jakarta Buruh FSP LEM SPSI DKI Jakarta menyampaikan tuntutan yang pertama, mendorong Pj. Gubernur dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi DKI untuk melakukan rapat dengan Dewan Pengupahan untuk mengakomodir 10 Sektor Unggulan dan 88 Sub Sektor masuk dalam UMSP tahun 2025.

Kedua, buruh FSSP LEM SPSI  Jakarta menuntut agar sektor transportasi masuk dalam sektor unggulan UMSP tahun 2025 tanpa kajian.

Pertemuan yang dijadwalkan Aliansi Buruh Sektor Jakarta bersama pihak Pemprov DKI Jakarta akhirnya terlaksana sekitar pukul 14.00 wib. Pertemuan antara Pimpinan Federasi yang tergabung dalam Aliansi Buruh Sektor Jakarta dengan Kadisnaker Provinsi DKI Jakarta berlangsung di Gedung PPKD Jakarta Timur, untuk mendiskusikan Sektor sektor dan besaran nilainya yang belum terakomodir di KEPGUB 832/2024.(Obn)

PENDIDIKAN DAN PEMBEKALAN PLENO DAN KOORDINATOR PLENO

Peserta Pendidikan dan pembekalan Plenodan Korplen Puk PT Gemala Sarana Utama Jakarta Utara

Jakarta, Bertempat di Aula DPC FSP LEM SPSI Jakarta Utara pendidikan dan Pembekalan Pleno dan Koordinator Pleno PUK SP LEM SPSI PT. GEMALA SARANA UTAMA (GSU) Sabtu 1/2/2025.


Agenda yang dimulai pukul 10:00 dan selesai pukul 15:00 dimulai dengan Pembukaan yang mana acara tersebut dibuka oleh Ketua DPC F SP LEM SPSI Jakarta Utara bung Usman. 


Dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwa penguatan organisasi itu melalui pendidikan dan konsolidasi, maka akan tercipta kesolidan dalam organisasi karena semua akan memahami apa yang akan dilakukan dalam mengemban amanah kedepan dan itu semua sangat penting untuk keberlangsungan organisasi itu sendiri dan kesejahteraan pada umumnya. Hal ini akan menciptakan kesolidan dalam organisasi dan memastikan semua pihak memahami tugas dan tanggung jawab mereka.


Motivasi Berorganisasi untuk meningkatkan kesadaran dan motivasi berorganisasi di kalangan anggota khususnya Pleno dan Koordinator Pleno, materi yang disampaikan oleh bidang Organisasi Bung Sutono menjabarkan bahwa seseorang yang sudah masuk dalam berorganisasi antar penting dan mana yang di dahulukan di antara yang penting intinya berawal dari diri sendiri, bahwa kita semua dalam berserikat pekerja adalah kita semua yang butuh organisasi tersebut jadi kita semua yang harus bisa menghidupkan semangat berorganisasi untuk kepentingan bersama. kewajiban tersebut bukan di tangan seorang ketua atau pengurus inti yang lainnya akan tetapi tugas dan tanggung jawab bersama sampai level anggota untuk bersama menghidupkan dan selalu semangat berorganisasi.


Tupoksi Pleno dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan struktur organisasi masing-masing. adapun tugas pokok Pleno maupun Koordinator Pleno salah satunya adalah mengkoordinasikan kegiatan organisasi,Mengelola dan mengawasi pelaksanaan program kerja,Membuat laporan kemajuan dan evaluasi program,Menghadiri rapat dan pertemuan organisasi sampai Mewakili organisasi dalam kegiatan eksternal.

Pleno Dan Korplen jalani pendidikan berorganisasi Serikat Pekerja

Adapun Fungsi dari Pleno dan Koordinator Pleno adalah Mengembangkan strategi dan rencana kerja organisasi, Mengelola sumber daya manusia dan anggaran, Meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan organisasi, Mengembangkan kerjasama dengan pihak lain sampai Mewakili kepentingan organisasi dalam forum internal dan eksternal.


Sedangkan untuk tanggung jawabnya adalah bertanggung jawab atas pelaksanaan program kerja, bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya, bertanggung jawab atas kualitas dan kuantitas kegiatan, bertanggung jawab atas kerjasama dengan pihak lain dan bertanggung jawab atas representasi organisasi. materi tersebut disampaikan oleh Sekretaris bidang Organisasi bung Supriyanto.


Agenda terakhir adalah Diskusi ketenagakerjaan Diskusi ini membahas isu-isu terkait ketenagakerjaan dan bagaimana organisasi dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja. dan Acara ditutup dengan harapan bahwa pengetahuan dan motivasi yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kegiatan organisasi sehari-hari.(obn).

SIDANG UPAH SEKTORAL TAK KUNJUNG SELESAI, FSP LEM SPSI JAKARTA SAMBANGI BALAIKOTA

 

Masa aksi penetapan sidang pengupahan UMSP DKi Jakarta yang di janjikan

Jakarta, 31 Januari 2025 Ratusan anggota FSP LEM SPSI Jakarta kembali menggelar aksi unjuk rasa menyampaikan pendapat serta menagih janji Pemprov DKI Jakarta dalam penetapan Upah Sektoral (UMSP) yang masih menjadi perdebatan sengit di Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta.


Dan menurut informasi yang diterima tim redaksi bahwa Sidang Dewan Pengupahan Provinsi tersebut sedang berlangsung ditempat berbeda dan sudah dimulai sejak pagi hari tadi.

Pasukan pengamanan organisasi BAPOR LEM Menjaga masa aksi dari hal hal yang tidak di inginkan


Bung Yusup Suprapto menyampaikan dalam orasi pembukanya bahwa FSP LEM SPSI DKI Jakarta telah melakukan lobi-lobi baik dengan pemerintah maupun pengusaha namun hingga kini belum menemui titik tengah terhadap nilai Upah Sektoral yang sejak 2021 sudah tak diberlakukan lagi pasca Undang-undang Ciptakerja yang digulirkan oleh Rezim Joko Widodo.

Ketua DPD F SP LEM SPSI DKI Jakarta sampaikan orasi penyampaian pendapat di depan Balai Kota DKI Jakarta


Massa aksi yang berasal dari tiga wilayah FSP LEM SPSI ini melakukan longmarch dari depan Kedubes AS hingga depan balaikota kemudian diistirahatkan jelang Sholat Jumat dan kembali akan melanjutkan aksi hingga pengawalan Sidang Dewan Pengupahan ini selesai. (Ndi)

Ekspedisi Nusantara Green: Perjalanan Hari Pertama dan Kedua Menuju Mandalika

 

Persipan perjalanan breafing dan berdo'a 

Sumedang, 27 Januari 2025 – Perjalanan turing sepeda Nusantara Green resmi dimulai. Pada hari pertama, tim yang dipimpin oleh Gustav berangkat dari rumahnya menggunakan Daihatsu Taft Hi Line tua, kendaraan andalannya selama 30 tahun. Mobil ini, yang telah menemani perjalanan jauh sejak kelahiran putra pertamanya, kembali digunakan untuk mengangkut enam sepeda dan berbagai perlengkapan menuju tujuan pertama, Semarang.

Malam sebelum keberangkatan, Bang Toto menginap di rumah Gustav untuk membantu persiapan. Putra bungsunya, Gauri, juga datang dan menginap agar bisa mengantar kepergian ayahnya. Dengan suasana penuh kehangatan, perjalanan pun dimulai dengan sarapan khas di Pasar Munjul, menikmati lontong sayur favorit sebelum berangkat tepat pukul 09.00 WIB.

Perhentian di Sumedang: Silaturahmi dan Kuliner Khas

Perjalanan menuju Sumedang melalui Tol Cibitung untuk menjemput sepeda Mas Suroso dan Teh Sapti. Namun, alih-alih mampir ke Bandung, tim langsung bertemu di Restoran Bumi Saji, Cimalaka. Restoran khas Sunda ini menjadi titik temu yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh Teh Sapti. Menu makanan sudah dipesan lebih awal, memastikan kenyamanan di tengah kepadatan restoran.

Kehadiran Kang Agus, mantan Asisten Bupati Sumedang sekaligus pimpinan band HeartBeat, menambah semarak suasana makan siang. Band yang pernah tampil di Liverpool ini menjadi perbincangan hangat, selain ajakan untuk ikut serta dalam turing sepeda Nusantara Green. Makanan di restoran pun mendapatkan pujian, terutama tahu khas Sumedang yang menjadi primadona.

Melanjutkan Perjalanan ke Semarang

Setelah makan siang, perjalanan berlanjut dengan logistik tambahan berupa lontong, lemper, roti, dan kue-kue dari Teh Yenni. Enam sepeda yang telah tertata rapi di mobil semakin menambah semangat perjalanan. Dalam perjalanan menuju Semarang, Gustav menerima telepon dari seniornya, Pak Budi Setiadharma, yang memberikan doa dan dukungan, diselingi obrolan tentang saham.

Di Semarang, tim menginap di RedDoorz dekat Universitas Diponegoro di Jalan Setiabudi. Penginapan sederhana dengan harga ekonomis ini menjadi pilihan utama bagi turing jarak jauh, mengingat perjalanan panjang yang masih menanti. Dengan tarif 200 ribu per malam, fasilitas cukup memadai, meski tanpa handuk, yang telah diantisipasi dengan membawa perlengkapan sendiri.

Malam harinya, tim mencicipi sajian di restoran Dadar Beredar, yang chef-nya pernah berpartisipasi dalam MasterChef. Dadar dan sambalnya mendapat pujian, meski pedasnya cukup menggigit.

Hari Kedua: Kejutan di Perjalanan dan Perubahan Rencana

Saat melanjutkan perjalanan, kejutan menyenangkan datang di salah satu rest area. Dua sahabat lama, Tommy dan Heri, yang merupakan teman kuliah di ITB dan Wanadri, tiba-tiba muncul setelah melihat mobil 1339 terparkir. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Banyuwangi untuk reuni 50 tahun angkatan 75 ITB. Rangkulan hangat dan nostalgia mengiringi pertemuan mendadak ini.

Awalnya, tim berencana menginap di Banyuwangi lalu menyeberang ke Lombok. Namun, setelah mempertimbangkan biaya dan efisiensi, Bang Toto menyarankan jalur melalui Bali. Dengan pergerakan yang lebih santai, akhirnya diputuskan untuk menginap di Probolinggo, meskipun Laurike yang masih di Jakarta harus bersusah payah mencari hotel karena libur panjang. Akhirnya, pilihan jatuh pada Hotel Karisma di Situbondo, dengan tarif 300 ribu per malam untuk twin bed.

Hotel ini cukup luas, dengan lobi nyaman dan kamar yang setara dengan standar Amaris. Cukup untuk para petualang seperti kami. Setelah perjalanan panjang, mandi dan tidur menjadi prioritas utama sebelum melanjutkan perjalanan esok hari.

Refleksi di Perjalanan: Mengingat Jejak Pahlawan

Sepanjang perjalanan, diskusi pun berlanjut, salah satunya mengenai fenomena penipuan oleh sosok yang mengklaim sebagai habib. Keprihatinan muncul melihat sebagian masyarakat mudah tertipu dan rela mencium kaki mereka. Padahal, leluhur bangsa ini adalah para pejuang dengan kehormatan dan harga diri yang tinggi.

Pentingnya mengenang jejak para pahlawan pun kembali dibahas. Tahun lalu, tim mengadakan gowes Hari Pahlawan dari Ambarawa ke Surabaya, menggelar upacara kecil pada 10 November. Perjalanan itu juga membawa mereka ke Magelang, bertemu dengan pimpinan SMA Taruna Nusantara, Mayjen Asrobudi, yang menjamu dengan keramahan luar biasa.

Salah satu gagasan besar yang sedang dipertimbangkan adalah gowes dari Aceh ke Sumedang, melewati Danau Toba, Padang, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, dan Bandung. Perjalanan ini untuk mengenang jasa para pahlawan perempuan seperti Tjut Nyak Dien, Rasuna Said, Fatmawati, dan Dewi Sartika. Semoga bisa terlaksana tahun ini atau tahun depan.

Menuju Banyuwangi dan Bali

Saat menulis catatan ini, tim sedang sarapan dan bersiap bergerak menuju Banyuwangi, menyeberang ke Gilimanuk, dan menginap di Singaraja. Semoga tersedia kamar di Hotel Pop, tempat tim Nusantara GO5000 pernah menginap dalam perjalanan dari Sabang ke GWK, Bali. Perjalanan itu ditutup dengan upacara kecil di Pantai Pandawa pada 17 Agustus. Kenangan yang tak terlupakan dan akan selalu menjadi bagian dari perjalanan Nusantara Green.