Looking For Anything Specific?

ads header
  • This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Ledakan Tungku PT KPSS

Bapor Lem, PT Karawang Prima Sejahtera Streel (KPSS), menjadi sorotan serius Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang.
Intansi bidang ketenagakerjaan ini memberikan peringatan ke PT KPSS yang berada di Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan. Karena perusahaan yang dipimpin warga China ini, mengalami insiden kecelakaan pada saat kerja yang mengakibatkan ketujuh karyawan harus dirawat di rumah sakit.

Kepala Disnakertrans, HA Suroto menjelaskan, peringatan yang diberikan Disnakertran ke PT KPSS karena terindikasi perusahaan lalay dalam memberikan keselamatan kerja ke karyawan.
Sebab, saat pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat kejadian ledakan yang mengakibatkan ketujuh karyawan dirawat serius dirumah sakit, ditemukan suatu hal yang perlu dievaluasi.

“Pada Sabtu 15 Agustus 2015, sekitar pukul 15.30 Wib terjadi kecelakaan kerja di PT KPSS. Tempat pelebur logam mengalami ledakan dahsyat. Sehingga ketujuh karyawan, diantaranya operator tungku pelebur logam mengalami luka serius. Oleh karenanya, kami bersama tim melakukan sidak ke lokasi kejadian. Hasilnya banyak hal yang perlu dievaluasi,” jelas Suroto kepada Fakta Jabar, Sabtu (15/8).

Evaluasi yang diberikan ke PT KPSS berupaya catatan peringatan. Pasalnya, insiden ini tak hanya sekali terjadi, namun sudah kesekian kalinya. Dengan begitu, catatan merah bagi perusahaan produksi besi-baja ini perlu direalisasikan.

“Ya seperti tempat peleburan logam ada pelindung karyawan khusus anti api. Kemudian tidak menggunakan helm seperti naik sepeda motor. Nyortir barang logam juga bila perlu harus orang yang sudah canggih,” kata Suroto.

Menurut Suroto ada dua kemungkinan terjadi ledakan tersebut. Yang pertama akibat kesalahan manusia (human error-red). Karena menyortir alat logam secara manual oleh kasat mata, tanpa ada alat khusus. Bila salah memasukan logam yang berbahaya dipastikan terjadi ledakan.

Yang kedua, lanjut Suroto, alat pelebur logam yang bermasalah. Begitu dimasukan logam untuk dileburkan, tungku pelebur terjadi suatu masalah karena panas. Sehingga menjadi ledakan dahsyat.

“Tungku itu menuang sampai 5-7 ton, bisa jadi jika melebihi kapasitas terjadi ledakan. Selanjutnya, human error memasukan logam yang mengandung gas, hasilnya meledak. Kami minta alat tungku dibuka dan dikroscek, khawatir oleh alat tersebut. Operator juga perlu pelatihan kusus,” jelasnya.

HRD PT KPSS, Asep Kumaya, mengaku sebelum bekerja ada brifing dan berdoa supaya karyawan barhati-hati saat bekerja. Namun peristiwa ini terjadi diluar prediksinya.
Karena lokasi yang terjadi ledakan sering dikrocek serta service dua hari sekali.

“Kami ucapkan terimakasih Disnakertrans bisa datang ke sini, masukan dan saran menjadi bahan bagi managejemen,” paparnya.

Seperti diketahui, korban yang luka-luka sebanyak tujuh orang, ialah Karma, Dasum, Sudirman, Lili, Kemang, Aneng dan Wu Xi Wang. Empat orang dirawat di RUSD Karawang dan ketiganya di RSHS, termasuk warga Negara asing.

Sumber; http://faktajabar.co.id/?p=6172

Bapor Ikut Perayaan Hut RI ke 70

Bapor Lem, Ada banyak cara untuk ikut berpartisipasi memeriahkan HUT RI ke 70 bagi seseorang buruh. Salah satunya buruh di PT.Garuda Metalindo Plant II Tangerang dengan Bapor Lemnya.

Kemeriahan dalam rangka membangun Hubungan Industrial yang harmonis antar karyawan, PUK, dan Management, saling berkomunikasi untuk mempererat jarak di antaranya.

Acara tersebut dikemas dengan lomba - lomba seperti karoke dan lain-lain.

Ada salah satu perlombaan yang menarik dalam jenis perlombaan, yaitu lomba Orasi, hal ini menjadi pengalaman dan tantangan tersendiri bagi anggota Bapor Lem yang ada di dalamnya sekaligus menjadi ajang untuk mengeluarkan ekspresi perburuhan serta bagi peserta sendiri menjadi ajang latihan.


Dan acara tersebut ditutup dengan hangat dengan acara hiburan.

Diskusi Advokasi FSP LEM SPSI

Bapor Lem, Diskusi Advokasi Publik bersama Bandung Strategic Leadership Forum & Mahasiswa Bandung,  Sabtu,  15/08 2015.

Pangkornas menjelaskan dan sharing bersama mahasiswa sistem advokasi terpadu organisasi, yang ditutup dengan sesi tanya jawab.

Dompet Bapor Peduli

Pangkornas Besuk Korban Ledakan PT KPSS

Bapor Lem, FSP LEM SPSI melakukan besuk korban ledakan tungku PT Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS), yang merupakan anggota FSP LEM SPSI Di RSHS Bandung, Senin 17 Agustus 2015.

Musibah kecelakaan kerja ini terjadi katena tungku peleburan meledak menjelang HUT RI 70 menelan korban 3 orang kritis, 2 orang luka sedang 6 orang luka ringan.

Kasus ledakan PT Karawang Prima Sejahtera Steel (KPSS), Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang sampai saat berita ini diturunkan masih dalam penyelidikan yang berwajib.

Markas Bapor DKI Jakarta

Bapor Lem, Bersamaan dengan open hause Kantor Kesetariatan DPD FSP LEM SPSI DKI Jakarta, maka markas Bapor LEM Jakarta secara termaktub juga diresmikan.

Markas Bapor LEM DKI tersebut berada di Lantai 3, terdapat fasilitas untuk meeting dan membuat nyaman untuk koordinasi karena terletak pada lantai paling atas.

"Tempat ini akan menjadi markas kebaporan di DKI Jakarta, divisi-divisi Bapor DKI akan bekerja dan berkoordinasi, meeting kegiatan bapor, dan membahas program - program bapor mestinya". Keterangan Pangkorda DKI Jakarta Bung Yuswartoyo.

Open Hause Kantor DPD DKI Jakarta

Bapor Lem, DPD FSP LEM SPSI DKI Jakarta melakukan Open House di Kantor Sekretariat yang baru yang beralamatkan Jl. Waru Doyong No 183 Rt 014/ Rw 008 KRT Radjiman Widyodiningrat-Jatinegara-Cakung-Jaktim , Jum'at 14/08/2015.

Dalam acara tersebut yang dihadiri dan sambutan oleh Pengurus FSP LEM SPSI, dan para undangan yang berasal dari Sudinaker dan perangkat lingkungan serta para sesepuh setempat.

Dalam sambutannya Ketua DPD FSP LEM SPSI DKI Jakarta Bung Yulianto selaku tuan rumah rumah dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kartor yang baru ini adalah rumah buruh yang nantinya akan menjadi pusat kegiatan buruh di DKI Jakarta khususunya anggota FSP LEM SPSI.

"Pintu rumah buruh ini akan selalu terbuka 24 jam untuk buruh" tambahnya.

Sedangkan Ketua Umum FSP LEM SPSI Ir Arif Minardi juga menyampaikan dalam sambutannya berpesan bahwa akan ada aksi nasional tenteng BPJS pada waktu dekat ini, dan juga menyampaikan bahwa Kantor DPP FSP LEM juga akan siap dalam akhir tahun ini.

Sebelum peresmiannya, DPD LEM SPSI dalam kesempatan tersebut meluangkan sebagian untuk membagi kepada anak yatim piatu di lingkungan sekitar sebagai salah satu program DPD FSP LEM SPSI.

Kemudian Kantor Kesetariatan DPD FSP LEM SPSI resmi di buka dengan pemotongan pita oleh Ketua Umum Ir Arif Minardi dan Kasudin Jakarta Timur yg menyempatkan hadir dalam acara tersebut.

Kontroversi Pencairan JHT

Bapor Lem, Kontroversi peraturan JHT BPJS sedang diramaikan oleh salah satu berita terbaru mengenai ketentuan baru pencairan / klaim saldo JHT (Jaminan Hari Tua) di BPJS (Ketenagakerjaan) yang bagi sebagian besar karyawan dulu dikenal sebagai Jamsostek.

Secara ringkas aturan baru ini (efektif berlaku per 1 Jul 2015) merubah syarat utama pencairan saldo JHT dari yang semula 5 tahun dengan masa tunggu 1 bulan (dihitung sejak pertama kali terdaftar) menjadi 10 tahun. Selain itu ada beberapa syarat juga yang diubah, sehingga syarat baru klaim saldo JHT menjadi seperti dibawah ini :

(1) berusia 56 tahun, yang artinya sudah memasuki masa pensiun;

(2) meninggal dunia;

(3) menjadi PNS/TNI;

(4) meninggalkan Indonesia;

(5) Yang sudah menjadi peserta selama 10 tahun bisa mengambil JHT sampai dengan 30 persen untuk perumahan dan/atau 10 persen untuk konsumsi.

Atas perubahan ini, tentu ada yang pro dan kontra, namun berdasarkan penelusuran saya jauh lebih banyak yang kontra. Alasan alasan yang dikemukakan pemerintah dan yang pro seperti untuk lebih menjamin kelangsungan hari tua peserta, mencegah peserta boros, dll memang logis, namun tidak sesuai fakta di lapangan, dan belum tentu berlaku sama kondisinya untuk semua orang.

Setiap orang punya pilihannya sendiri, apalagi dana JHT itu berasal dari gaji peserta yang dipotong semasa menjadi karyawan dan peserta Jamsostek/BPJS. Ditambah aturan baru ini yang tiba tiba langsung diberlakukan / tanpa sosialisasi (menurut BPJS peraturan baru diteken Presiden per 29 Juni 2015, atau hanya dua hari sebelumnya), tentu sangat wajar jika mendapat penolakan keras dari masyarakat. Ada yang sudah merencanakan untuk biaya sekolah anak dan bahkan untuk biaya biaya lain.

Yang paling miris adalah mereka yang berencana untuk menjadi wiraswasta, rencana yang sudah disiapkan jadi berantakan karena perubahan mendadak ini. Ada anggapan bahwa dengan aturan ini sama saja memaksa untuk selamanya menjadi pegawai / karyawan, dan tentu akan berefek kurang baik terhadap pengembangan para enterpreneur muda dan UMKM di negara kita. Ada juga yang berpikir bahwa peraturan ini sengaja karena mengantisipasi PHK besar besaran yang mungkin terjadi jika keadaan ekonomi kita semakin buruk (semoga tidak terjadi), sampai dikait kaitkan ke politik dll.

Apapun itu yang pasti peraturan ini sangat mengecewakan dan merugikan banyak orang. Karena tidak semua orang punya rencana yang sama, tidak semua orang berencana menjadi pegawai selamanya, tidak semua orang punya kondisi ideal bisa mempersiapkan dana lebih diluar saldo JHT untuk berbagai keperluan, apalagi mereka yang kelas pekerja bawah menengah (misal buruh). Lagipula bukankah nilai uang di saat ini (konsep present value tentang uang) lebih berharga dibanding dimasa depan (ada inflasi, ketidakpastian, dll).

Aksi PHK PT RPATI-HKPATI

Bapor Lem, Aksi massa FSP LEM SPSI bersama dengan Bapor SFP LEM SPSI Kerawang bergerak melakukan solidaritas terhadap PUK FSP LEM SPSI PT Roda Prima Autotechnologies Indonesia, Kerawang , Jawa Barat, 06/08/15.

Hal ini dilakukan dikarenakan ada beberapa kebijakan perusahaan yang merugikan buruh, pekerja PT Roda Prima Autotechnologies Indonesia dengan mem PHK sepihak karyawannya.

Dari pagi karyawan PT Roda Prima Autotechnologies Indonesia melakukan aksi mogok yang di kawal oleh Bapor SFP LEM SPSI, sampai akhirnya pihak management bersedia melakukan perundingan atas kasus tersebut.

Dari perundingan tersebut menghasilkan kesepakatan antara Mangemen PT Roda Prima Autotechnologies Indonesia dan PUK LEM PT RPATI-HKPATI, pertama tidak di jalankannya SK PHK oleh karenanya stastus karyawan masih sebagai karyawan dengan tetap menerima hak-haknya.

Kedua, bahwa karyawan akan mengikuti penilaian oleh team penilai untuk dilihat kinerja, keahlian, bakat potensi dan minat sebelum karyawan tersebut menempati posisi sesuai rekomendasi dari team penilai.

Ketiga, pengangkatan terhadap 27 karywan PKWT bermasalah menjadi PKWTT.

Keempat, dengan kesepakatan tersebut maka dari PUK LEM PT RPATI-HKPATI, menjamin tidak akan aksi demo dan mogok kerja terkait dengan persoalan PHK tersebut.

Kolat pada Haul Guru Besar Merpati Putih

Bapor Lem, Kolat Merpati Putih Bapor FSP LEM SPSI mengikuti Acara Haul Satu Tahun Guru Besar bela diri Merpati Putih di Pusat Pendidikan Kopasus Situ Lembang, Bandung, 1-2 Agustus 2015.

Acara tersebut di ikuti oleh team Kolat Bapor FSP LEM SPSI yang di ikuti pula oleh Panglima Bapor, Pangkornas Ir M Sidarta.

Dalam pelatihan selama dua hari yang tersebut selain latihan bersama, dan tracking melalui hutan puncak Gunung Tangkuban Perahu yang tidak semua orang bisa masuk, hanya orang tertentu dengan izin khusus (daerah tertutup).

Dengan semangat dan tekad yang kuat team Kolat Merpati Putih Bapor FSP LEM SPSI berhasil ikut merasakan dan menembus dinginnnya malam di Latihan Tempur Hutan Kopasus, Situ Lembang.