» » BPJS Kesehatan : Nasib Pasien yang Berjuang Mencari Kesehatan

BPJS Kesehatan : Nasib Pasien yang Berjuang Mencari Kesehatan

Penulis By on Kamis, 05 Mei 2016 | No comments

Bapor Lem, Peserta BPJS Kesehatan merasakan pelayanan buruk sejak di fasilitas kesehatan (faskes) I yang tidak bermutu. Ketika mendapat rujukan pun peserta BPJS Kesehatan mendapat pelayanan yang mengecewakan. Di antaranya sering mendapat alasan ruangan rumah sakit penuh, tidak ada dokter, obat tidak tersedia, kartu BPJS Kesehatan tidak bisa digunakan lintas daerah sebagaimana prinsip Sistim Jamiman Sosial nasional, yakni prinsip portabilitas.Jakarta,4/5/2016

Seharusnya peserta bisa menggunakan kartu BPJS di seluruh wilayah Indonesia, seperti halnya menggunakan kartu ATM yang bisa digunakan di seluruh wilayah dan lain sebagainya. Akibat buruknya pelayanan kesehatan, tak sedikit  peserta BPJS menjadi korban dari masalah tersebut.

Dengan kondisi tersebut di atas banyak perusahaan dan buruh terpaksa membayar dua  skema jaminan kesehatan, yakni BPJS Kesehatan dan asuransi lain, untuk menghindari turunnya produktivitas akibat gangguan kesehatan buruh.

Karena buruknya pelayanan BPJS Kesehatan pada faskes I dan rumah sakit, perusahaan dan buruh tidak mengambil pelayanan BPJS Kesehatan dan terpaksa ke tempat lain. Dengan demikian iuran perusahaan dan kaum buruh menjadi sia-sia dan merupakan pemborosan.

"Kami selalu mendapati anggota kami yang selalu kesulitan disaat berobat menggunakan BPJS,dan selalu bersitegang dengan pihak Rumah Sakit karena tidak ada kamar perawatan, mau minta solusinya harus seperti apa kalau anggota kami masih dipersulit saat berobat menggunakan kartu BPJS kesehatan", tandas salah satu peserta saat ditanya alasannya kenapa menghadiri Audensi dengan Badan pengelola BPJS disela-sela acara Audensi di kantor BPJS ketenagakerjaan Jl.Gatot subroto kemaren.
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya