» » KESEJAHTRAAN BURUH DAN AKSI MASA

KESEJAHTRAAN BURUH DAN AKSI MASA

Penulis By on Kamis, 09 April 2015 | 1 comment


Kesejahteraan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) adalah hal atau keadaan sejahtera , keamanan , keselamatan , ketenteraman , jiwa kesehatan jiwa - sosial keadaan sejahtera masyarakat .

Kesejahteraan menjadi sebuah tujuan yang sejak berdirinya NKRI hingga kini masih belum bisa di rasakan khususnya bagi kaum buruh . Istilah tersebut selalu didengung – dengungkan di berbagai bidang kehidupan  , bahkan telah menjadi komoditi politik .

Lihatlah bagaimana ketika menjelang pemilihan umum ( Pemilu ) , istilah ini yang menjadi nilai tukar sebuah janji yang akan di perjuangkan . Nyatanya setelah mereka menjadi anggota Dewan , sangat sedikit bahkan jarang terdengar lagi . Masyarakat selalu menjadi korban kebohongan publik dan hanya menjadi pepesan kosong .

Kesejahteraan berbanding lurus dengan angka kemiskinan . Semakin banyak masyarakat yang sejahtera , maka akan semakin sedikit angka kemiskinannya . Jumlah penduduk miskin pada tahun 2015 diprediksi mencapai 30,25 juta orang atau sekitar 12,25 persen dari jumlah penduduk Indonesia .

Jika berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin pada tahun 2014, presentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 11,25 persen atau 28,28 juta jiwa, maka pada 2015 ada tambahan penduduk miskin sekitar 1,9 juta jiwa ( Republika , 02 Januari 2015 ) . Sementara jumlah penduduk Indonesia mencapai diatas 250 Juta pada tahun 2015 .

Buruh sebagai lapisan masyarakat yang berpenghasilan selalu berada pada kondisi ambigu . Satu sisi sudah berpenghasilan , namun berpenghasilan bukan berarti sudah sejahtera . Kenyataannya hingga saat ini , upah buruh selalu di tawar bahkan di rendahkan . Hal ini terlihat ketika menjelang akhir tahun / menjelang di tetapkannya Upah Minimum Propinsi ( UMP ) .
Padahal upah buruh sering di jadikan sebagai Value Bargaining / nilai tawar Pemerintah terhadap investor – investor asing . Tak sedikit jika kita melihat kota – kota di Indonesia , hampir selalu ada investor asing di Daerahnya , terlepas selain berkontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakatnya .

Pengusaha / Perusahaan selalu mempuntai target yang akan di tuju . Baik dari segi produktifitas , pemasaran maupun expansi / perluasan . Oleh sebab itu tidak sedikit buruh yang selalu di jadikan objek penderita . Peraturan Bersama / Perjanjian Bersama ( PKB ) tidak jarang yang dilanggar oleh perusahaan . Bahkan Undang – Undang Pemerintah pun sering kali di abaikan .

Sehingga tidak jarang sering kita temukan , khususnya di DKI Jakarta terjadi pengerahan masa yang dilakukan secara besar – besaran . Salah satu Indikator kesejahteraan bagi kaum buruh , adalah terlihat pada 1 Mei atau yang biasa di sebut May Day / hari Buruh . Khusus di DKI Jakarta , hampir setiap tahun terjadi aksi masa menuntut kesejahteraan . Istana , Balaikota , DPR & DPRD serta kantor – kantor pusat perwakilan perusahaan , selalu menjadi tujuan utama dalam aksi masa tersebut . Buruh dari penjuru wilayah , dating berbondong – bonding untuk mengaspirasikan tuntutannya yang selama ini secara realita masih menghantui . Jakarta sebagai Ibukota Negara sekalipun , yang seharusnya menjadi contoh bagi daerah – daerah lain , tidak menjamin masyarakatnya sudah sejahtera .

Aksi massa / pengerahan massa ke jalan sebenarnya menjadi pilihan terakhir ketika permasalahan yang dihadapi oleh para buruh sudah menemui titik buntu . Peran pemerintah dalam menangani permasalahan hubungan industrial masih kurang . Peran pemerintah terlihat hanya pada saat akan menetapkan upah tahunan , namun setelah upah di tetapkan , nyatanya banyak perusahaan yang melanggar namun seolah diam menghindar . Peran pemerintah sebagai pelaksana UUD 45 masih sebatas retorika .

Sementara pengusaha melalui Asosiai pengusahanya , tidak sedikit pula yang memandang sebelah mata . Padahal keputusan asosiasi , adalah perwakilan yang menjadi sandaran pengusaha .

Mbok ya , ketika asosisi pengusaha sudah deal dengan perwakilan buruh , keputusan tersebut dijalankan tanpa meragukan sedikitpun , jika buruhnya sejahtera , produktifitas akan maningkat , sehingga daya saing perusahaan dan buruh meningkat , maka kesejahteraan secara global pun dapat di raihnya .

Hajis Sepurokhim
PUK PT . UNINDO

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

1 komentar:

Spsi Unindo 9 April 2015 09.56

BAPOR . . Solid , Kompeten , Bermoral


Loyalitas tanpa batas , Garda terdepan dalam memperjuangkan hak - hak kaum buruh