» » Perjuangan karyawan PT. GLOBAL BINTANG TIMUR EKSPRES

Perjuangan karyawan PT. GLOBAL BINTANG TIMUR EKSPRES

Penulis By on Jumat, 17 Januari 2020 | No comments

Jakarta 17 Januari 2020
Fsplemspsi,Serikat pekerja logam elektronik dan mesin Serikat pekerja seluruh Indonesia ( SP LEM SPSI) PT. GLOBAL BINTANG TIMUR Ekspres yg bergerak dibidang ekspidisi melakukan  koordinasi dengan seluruh anggotanya di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) FSP LEM SPSI Yang beralamat di jln Rawa Kuning No. 32 Rt. O2 Re. 06 Polo Gebang Jakarta Timur.

Hadir dalam konsolidasi tersebut seluruh anggota sp lem SPSI yang berjumlah 121 orang. Agenda yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut menurut ketua PUK ( pimpinan unit Kerja) Hanif adalah terkait pasca adanya perubahan status hubungan kerja dari Pket menjadi Pkwtt. Dari 121 anggota semula adalah tidak jelas hubungan kerjanya, apakah pkwt atau Pkwtt. Menurut perusahaan status ke 121 orang pekerja tersebut adalah pkwt karena mereka baru bekerja 1 s/d 3 tahun, sedangkan  menurut Serikat pekerja status hubungan kerja 121 orang tersebut adalah Pkwtt sehingga menuntut agar pengusaha membuat surat keputusan penetapan pkwt menjadi Pkwtt.

Perselisihan pun diselesaikan melalui Mediasi oleh Dinas Tenaga kerja DKi Jakarta. Pada mediasi pertama Mediator menyarankan agar dimaksimalkan bipartit lagi, kedua belah pihak sepakat untuk kembali bipartit. Ada kali perundingan bipartit yg dilakukan setelah adanya saran dari Mediator tersebut, tepatnya pada hari Kamis, 14 Januari 2020 sebagai upaya bipartit terahir, Pihak perusahaan dihadiri langsung oleh Direksi, GM HRD, dan GM Operasional, sedang dari pihak pekerja selain dari puk juga dihadiri oleh Bidang Advokasi DPC FSP LEM SPSI Arifin, SH., dan Bidang Kesejahteraan Pekerja DPC Gora Alfred. Maka pada perundingan tersebut walau berjalan alat dari pukul 13.30 s/d pukul 19.30 mampu melahirkan kesepakatan. Adapun hal yg disepakati adalah, dari 121 orang pekerja, 99 orang menjadi Pkwtt dan 22 orang pkwt diperpanjang.
Kesepakatan tersebut kemudian diikat dengan perjanjian bersama yang dibuat di hadapan Mediator disnakertrans Dki Jakarta dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya