» » Perpres 20 tahun 2018

Perpres 20 tahun 2018

Penulis By on Kamis, 26 April 2018 | No comments

Fotho bersama Dedy Yusuf besama 4 elemen buruh setelah selesai diskusi perburuhan

F SP LEM SPSI, Rabu 24/04/2018 bertempat Resto tjikini lima Jl. Tjikini 1 No.5 Jakarta Pusat. Anggota Dewan dari Partai Demokrat Dedi yusuf menemui empat elemen buruh untuk berdiskusi ringan mengenai kesulitan - kesulitan yang di alami buruh. Mengenai upah dan PERPRES No. 20 tahun 2018 yang baru terbit menurut beliau menilai PERPRES tersebut makin membuka kran terhadap TKA yang akan mmasuk ke Indonesia, ini membuat lapangan kerja dan pencari kerja makin tidak berimbang tandasnya.

Menurut Dedi yusuf anggata DPR RI komisi IX dari Partai Demokrat mengatakan bahwa , "Pemerintah sudah menganggarkan program pelatihan agar pekerja lokal bisa mengikuti pelatihan untuk mengupgreat sekil para pekerja supaya bisa bersaing dengan TKA.
Pemerintah dalam hal ini sudah mengangarkan 2 Treliun untuk pelatihan melalui BLK se Indonesia,
selain itu juga BLK berharap ada program dari BPJS Tenaga Kerja agar bermanfaat untuk pekerja itu sendiri memberikan pelatihan untuk para pekerja dengan bekerja sama antara perusahaan BLK ataupun BPJS, sehingga perusahaan bisa memaksimalkan suberdaya yang di miliki oleh perusahaan agar mampu up skilling pekerja.
Kami juga berharap terbit PP soal kerjasama BPJS dan DISNAKER juga Balai Latihan Kerja. Mereka telah setuju tapi terhalang oleh PP yang belum ada.
Dengan program baru dari BPJS up skiling ini akan membantu pekerja bisa mencapai jenjang karir sehingga posisi - posisi setrategis bisa di duduki oleh pekerja lokal, tentunya persoalan pembiyayaan dengan cara di kenakan premi tambahan bagi mereka yang mengambil program tambahan tersebut,"
tandasnya sambil menikmati hidangan.

Dalam diskusi dengan ke empat elemen buruh intinya beliau menegaskan bahwa Sumber Daya Manusia yang ada di Indonesia khususnya yang notabenenya pekerja yang terlahir di Zaman old, skill kopetensi mereka masih jauh dengan skill TKA yang akan menyerbu Indonesia.
Apalagi yang terlahir di zaman now dimana mereka baik pengalaman atau
Bipun skill masih jauh di bawah.
Masih butuh pelatihan yang lebih untuk bisa bersaing.(sky)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya